← Beranda
PSY Bagikan Perjalanan 26 Tahun Karier, Sebut Keunikan Diri sebagai Kunci Sukses
Leni Setya Wati• Minggu, 18 Oktober 2026 | 02.56 WIB
PSY (x @theepopcore)

JawaPos.com - PSY bagikan pandangannya mengenai kesuksesan K-Pop di panggung internasional dalam konferensi Public Broadcasters International (PBI) Seoul 2026.

Dalam pidato khusus pada 15 Oktober 2026, pelantun “Gangnam Style” tersebut menekankan bahwa orisinalitas menjadi faktor penting agar musisi dapat menonjol di tengah persaingan industri hiburan yang semakin ketat.

Menurutnya, mengikuti kesuksesan orang lain dengan meniru gaya mereka bukanlah jaminan untuk meraih hasil serupa.

Menurut laporan allkpop, PSY menyampaikan pidato berbahasa Inggris bertajuk The Past, Present and Future of K-Pop selama sekitar 15 menit di Fairmont Ambassador Seoul, Yeouido.

Di hadapan para pemimpin lembaga penyiaran publik dari berbagai negara, ia menjelaskan bagaimana pengalaman pribadi selama berkarier membentuk pandangannya tentang kreativitas dan daya saing musik Korea.

PSY juga mengenang awal debutnya pada 2000. Ketika itu, menurutnya, industri musik Korea telah dipenuhi penyanyi yang berpenampilan menarik dan memiliki kemampuan vokal baik.

Ia kemudian memilih jalur berbeda dengan mengedepankan humor, lagu yang menghibur, tarian unik, serta video musik yang mudah menarik perhatian.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari identitasnya sebagai musisi yang tidak berusaha mengikuti standar umum industri.

Ia turut mengungkapkan bahwa sejumlah orang pernah menyarankannya menjalani operasi plastik, diet, dan berolahraga demi mengubah penampilan.

Namun, PSY memilih mempertahankan dirinya sendiri dan berfokus pada hal yang dapat membedakannya dari musisi lain.

Baginya, mengenali kekuatan pribadi dan mengembangkan ciri khas merupakan pendekatan yang telah ia pegang selama 26 tahun berkarier.

Saat membahas fenomena “Gangnam Style”, PSY menjelaskan bahwa lagu tersebut sebenarnya tidak terlalu berbeda dari karya-karyanya sebelumnya.

Ia juga mempertahankan lirik berbahasa Korea, bahkan melontarkan candaan bahwa dirinya tidak mungkin mengalahkan Eminem jika harus bersaing dengan rapper Amerika menggunakan bahasa Inggris.

Keberhasilan lagu itu menunjukkan bahwa karya yang berakar pada identitas sendiri tetap dapat menjangkau pendengar lintas bahasa dan budaya.

Mengenai masa depan K-Pop, PSY menyebut persaingan kini semakin ketat, tidak hanya dalam musik, tetapi juga drama dan film Korea. Ia menilai karya yang ingin dikenal secara global harus memiliki kualitas dan keunikan yang kuat.

Sambil mengapresiasi pencapaian BTS, PSY menegaskan bahwa dirinya juga terus berusaha menciptakan lagu dan video musik baru.

Pesannya jelas: perubahan industri boleh terus terjadi, tetapi kreativitas dan keberanian untuk menjadi diri sendiri tetap menjadi bekal penting bagi para musisi.

 
 
EDITOR: Setyo Adi Nugroho