← Beranda
7 Kisah Tersembunyi Freddie Mercury yang Terungkap Lewat Kesaksian Mary Austin Sang Mantan Kekasih
Risma Azzah FatinRabu, 2 September 2026 | 20.01 WIB
Mary Austin dan Freddie Mercury (The Guardian)

JawaPos.com – Menjelang peringatan 80 tahun kelahiran Freddie Mercury, Mary Austin untuk pertama kalinya mengungkap sejumlah kisah pribadi tentang vokalis Queen tersebut.

Perempuan yang pernah menjadi kekasih sekaligus sahabat terdekat Mercury itu membagikan kenangan tentang kehidupan pribadi, identitas, hingga pesan terakhir sang musisi sebelum meninggal.

Berikut 7 kisah Freddie Mercury yang tidak banyak diketahui publik, seperti dilansir dari laman The Guardian pada Rabu (2/9).

1.     Mary Austin Awalnya Tidak Menyukai Freddie Mercury

Austin pertama kali bertemu Mercury pada 1970 ketika vokalis Queen tersebut masih menjalankan kios pakaian di Kensington Market, London. Ia mengaku awalnya merasa terintimidasi oleh Mercury yang dianggap terlalu percaya diri dan penuh kesombongan. Namun, keduanya kemudian menjalin hubungan asmara, tinggal bersama, bahkan sempat bertunangan sebelum akhirnya menyadari perbedaan orientasi seksual mereka.

2.     Freddie Mercury Menyembunyikan Banyak Hal tentang Identitas Pribadinya

Menurut Austin, Mercury merupakan pribadi yang hanya memperlihatkan sisi tertentu kepada publik dan bahkan orang-orang terdekatnya. Lahir dengan nama Farrokh Bulsara dari keluarga Parsi India, Mercury disebut berusaha keras membangun identitasnya sebagai bintang rock Inggris. Austin juga mengungkapkan bahwa Mercury sering menghindari paparan sinar matahari karena tidak ingin warna kulitnya menjadi semakin gelap.

3.     Mary Austin yang Menyadari Lebih Dahulu bahwa Mercury adalah Gay

Setelah empat tahun tinggal bersama, Mercury akhirnya mengakui kepada Austin bahwa dirinya merasa sebagai seorang biseksual. Austin justru menjawab bahwa ia meyakini Mercury adalah seorang gay, sebuah pernyataan yang tidak dibantah oleh sang musisi. Meski hubungan romantis mereka berakhir, keduanya justru menjadi sahabat yang semakin dekat dan saling mempercayai hingga akhir hayat Mercury.

4.     Freddie Mercury Pernah Mengaku Menyesali Gaya Hidupnya yang Berlebihan

Pada akhir 1970-an hingga 1980-an, Mercury dikenal menjalani kehidupan malam yang bebas, terutama ketika tinggal di New York dan Munich. Austin mengungkapkan bahwa Mercury pernah berbicara tentang keinginannya membahas kecanduannya terhadap kokain, meskipun ia tidak mengetahui kepada siapa sang musisi ingin mengungkapkannya.

Di balik kehidupan glamornya, Mercury disebut pernah mempertanyakan gaya hidup berlebihan yang dijalaninya dan kemungkinan dampaknya terhadap kehidupannya.

5.     Freddie Mercury Mempercayakan Rahasia Terbesarnya kepada Mary Austin

Ketika didiagnosis positif HIV dan kemudian mengalami AIDS, Mercury hanya memberi tahu sejumlah orang terdekat, termasuk pasangannya Jim Hutton, manajer Jim Beach, dan Mary Austin. Austin tetap berada di sisi Mercury pada masa-masa terakhir hidupnya, bahkan ketika sang penyanyi berada dalam kondisi kritis akibat penyakit tersebut.

Sehari sebelum meninggal, Mercury akhirnya mengumumkan kepada publik bahwa dirinya mengidap AIDS sebagai bentuk dukungan terhadap penerimaan dan kepedulian bagi para penderita penyakit tersebut.

6.     Pesan Terakhir Freddie Mercury kepada Austin Sangat Emosional

Austin mengingat salah satu momen terakhir bersama Mercury ketika ia berdiri di samping tempat tidur sambil memegang tangan sahabatnya tersebut. Dalam kondisi kesadarannya yang naik turun akibat pengaruh morfin, Mercury sempat terbangun dan memanggil Austin dengan sebutan “kekasihku yang setia”. Austin kemudian mengakui bahwa, setelah bertahun-tahun berlalu, Mercury tetap menjadi cinta terbesar dalam hidupnya.

7.     Mary Austin Menjaga Rahasia Lokasi Abu Jenazah Mercury hingga Kini

Mercury mewariskan Garden Lodge, 50 persen kekayaannya, serta royalti masa depan kepada Austin karena menganggapnya sebagai satu-satunya orang yang dapat dipercaya sepenuhnya.

Mercury juga meminta Austin merahasiakan lokasi penyebaran abu jenazahnya dan tidak mengizinkan rumahnya diubah menjadi museum, sebuah amanat yang terus dijaga Austin meski menimbulkan konflik dengan sebagian penggemar dan keluarga Mercury.

Setelah puluhan tahun menyimpan barang-barang pribadi sang musisi, Austin akhirnya melelang sebagian koleksi tersebut dengan nilai sekitar EUR 40 juta atau setara Rp800 miliar, dengan alasan tidak ingin seluruh peninggalan itu menjadi beban bagi kedua putranya.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho