JawaPos.com - Aktris Ayu Azhari ikut terlibat sebagai pemain dalam film Suamiku Lukaku bersama sejumlah pemain lain yakni Acha Septriasa, Baim Wong, Raline Shah, Azkya Mahira, Gusty Pratama, Putri Ayudya, dll.
Tak hanya sebagai pemain, Ayu Azhari juga terlibat dalam menentukan lokasi syuting. Bangka, lokasi syuting utama dalam film garapan rumah produksi SinemArt, adalah hasil rekomendasi dari Ayu Azhari.
Saat acara nonton bareng di bilangan Epicentrum Rasuna Said Jakarta Selatan, belum lama ini, Ayu Azhari mengajak sang putra, Lennon Tramp, untuk nonton film Suamiku Lukaku.
Menurut Ayu Azhari, sang putra sangat baik untuk menonton film ini supaya tahu ada toxic relationship di dalam sebuah hubungan.
Baca Juga: Ratu Sofya Tolak Promosikan Film Gara-gara Ada Adegan Seks, Begini Penjelasan Rumah Produksi
"Untuk lebih aware atau waspada dengan toxic relationship, orang-orang red flag memang ada di sekitar lingkungan kita," kata Ayu Azhari.
"Dari film ini, kita bisa lebih mengenal dan melihat pola dari orang-orang red flag. Bukan hanya terjadi pada suami istri, tapi bisa saja di pertemanan, lingkungan keluarga, atau sekolah," ungkapnya.
Ayu Azhari menegaskan bahwa Gen Z perlu mengetahui pola hubungan yang sehat dan tidak sehat di dalam lingkungan pertemanan, lingkungan pendidikan, dll untuk memastikan kesehatan mental mereka.
"Karena kesehatan mental sangat penting dalam membangun masa depan yang cerah dan sukses buat generasi muda," ungkap Ayu Azhari.
Film Suamiku Lukaku menceritakan tentang rumah tangga Irfan dan Amina yang terlihat harmonis di hadapan publik. Namun di balik itu, Amina ternyata menghadapi kekerasan fisik dari sang suami dan membawa dampak serius pada mentalnya.
Baca Juga: Ratu Sofya Dinilai Berbohong Ngaku Tak Disediakan Body Double Saat Adegan Dewasa di Film Dosa
Ayu Azhari memerankan karakter sebagai ibunda Amina dalam film Suamiku Lukaku. Ayu menyampaikan harapan besar supaya para istri berani berbicara apabila mengalami kekerasan dalam rumah tangga.
“Perempuan itu layak untuk hidup bahagia. Dalam sebuah rumah tangga, suami-istri itu berhak bahagia dua-duanya, dan tidak boleh menormalisasi kekerasan,” tegas Ayu Azhari.