← Beranda
Polisi Buka Suara Soal Isu 'Whip Pink' di Kematian Lula Lahfah, Polres Jaksel: Belum Ada Ditemukan
Ryandi ZahdomoSabtu, 24 Januari 2026 | 20.58 WIB
Momen romantis saat YouTuber Reza Arap memberikan cincin untuk Lula Lahfah. (Instagram @weareaaaclan)

JawaPos.com - Kematian mendadak selebgram Lula Lahfah, pada Jumat (23/1), memicu gelombang spekulasi di media sosial. Di platform X (Twitter), netizen ramai mengaitkan meninggalnya selebgram berusia 26 tahun ini dengan penyalahgunaan Nitrous Oxide atau gas tawa melalui produk berlabel 'Whip Pink'.

Menanggapi isu liar tersebut, pihak kepolisian akhirnya buka suara. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih menegaskan, hingga saat ini penyidik belum menemukan bukti fisik terkait penggunaan gas tawa atau produk Whip Pink di lokasi kejadian.

"Belum ada di temukan," ujar Murodih kepada JawaPos.com, Sabtu (24/1).

Bukannya menemukan tabung gas, polisi justru menemukan sejumlah bukti medis yang menunjukkan bahwa almarhumah memang sedang dalam masa perawatan kesehatan.

"Tidak ada tanda tanda penganiayaan, namun ditemukan obat obatan sama surat rawat jalan dari RSPI," ungkap Murodih.

Apa Itu Whip Pink dan Bahaya Gas Tawa?

Produk Whip Pink sebenarnya merupakan alat kuliner yang digunakan para koki untuk membuat whipped cream. Alat ini menggunakan charger berisi gas Nitrous Oxide (N2O) agar krim bisa mengembang instan.

Namun, zat ini sering disalahgunakan secara rekreasional karena memberikan efek euforia singkat. Meskipun terlihat sepele, dampak jangka panjangnya sangat fatal bagi kesehatan.

Tren Berbahaya yang Telah Dilarang di Eropa

Baca Juga: 4 Shio yang Melonjak Sukses Sejak Awal 2026, Simak Cara Mereka Mengubah Arah Hidup Secara Nyata Total!

Fenomena penyalahgunaan gas tawa ini sebenarnya bukan hal baru. Di Eropa, gas ini sempat dijual bebas dalam bentuk balon di kelab malam dengan harga murah. Namun, karena risiko kesehatan yang sangat tinggi, negara-negara seperti Belanda telah melarang peredarannya sejak 1 Januari 2023.

Direktur European Monitoring Centre for Drugs and Drug Addiction (EMCDDA), Alexis Goosdeel, memberikan peringatan keras mengenai bahaya laten zat ini.

"Banyak pengguna merasa ini zat ringan karena efeknya singkat. Padahal penggunaan berulang dapat menyebabkan kerusakan saraf serius dan gangguan pernapasan," tegasnya.

Di Belanda, Belgia, hingga Prancis, gas ini dijual secara informal di sekitar klub malam dan festival musik, biasanya dihirup melalui balon yang diisi dari tabung atau kartrid. Popularitasnya melonjak karena murah, mudah didapat, dan efeknya cepat hilang.

Aparat penegak hukum Eropa menyebut tren ini sebagai masalah serius. "Kami terus menemukan tabung dan balon bekas nitrous oxide di kawasan hiburan dan sekitar stasiun," ujar Audrey Dereymaeker, juru bicara Kepolisian Brussels-North, dikutip dari The Brussels Times.

"Hal ini menunjukkan penggunaan yang meluas dan sulit dikendalikan," lanjutnya.

Kronologi

Diberitakan sebelumnya, kabar duka datang dari dunia hiburan dan media sosial. Selebgram Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di unit apartemennya di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (23/1).

Penemuan jenazah ini bermula dari kecurigaan asisten rumah tangga (ART) korban yang mendapati pintu kamar dalam keadaan terkunci rapat sejak sore hari.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih memaparkan kronologi lengkap detik-detik penemuan Lula Lahfah.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Kamar 25 BN, Lantai 25, Apartemen Essence, Cipete Utara, Kebayoran Baru. Saksi pertama, Asiah, yang merupakan ART korban, mulai merasa khawatir karena Lula tak kunjung keluar kamar.

Kekhawatiran Asiah bukan tanpa alasan. Ia mengetahui bahwa majikannya itu sedang dalam kondisi kurang sehat dan baru saja berobat pada malam sebelumnya.

Detik-detik Pintu Kamar Didobrak

Sekitar pukul 18.00 WIB, Asiah bersama empat orang dari pihak manajemen apartemen akhirnya membuka paksa pintu kamar tersebut. Saat pintu terbuka, mereka menemukan Lula dalam posisi terlentang di atas kasur.

Kondisi Lula saat ditemukan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Tubuhnya terbalut selimut, mengenakan kaos putih dan celana pendek hitam.

"Setelah saksi masuk beserta pihak Manajemen sekitar 4 orang, ternyata almarhum sudah kondisi terlentang silang dan kondisi mulut terbuka dan berwana kebiruan, dan cek denyut nadi, detak jantung udah tidak berjalan / bergerak," jelasnya dikutip, Sabtu (24/1).

ART itu kemudian menghubungi Cindy Azzahra Putri, yang merupakan asisten pribadi korban. Saat kejadian ia diketahui tengah menjaga bazar baju milik Lula di kawasan Fatmawati sejak pagi hari.

Cindy kemudian mendatangi apartemen korban dan mendapati kondisi Lula yang sudah tidak bernyawa.

Dokter pribadi korban, dr. Rizki Nirwandhi Putra, juga sempat hadir di lokasi pada pukul 19.23 WIB untuk melakukan pengecekan awal sebelum jenazah dievakuasi. Disana juga ditemukan adanya obat milik Lula.

Proses identifikasi selesai dilakukan pada pukul 20.20 WIB oleh tim Identifikasi pimpinan Ipda Soleh. Selanjutnya, tepat pada pukul 21.20 WIB, jenazah Lula Lahfah dibawa ke RS Fatmawati menggunakan mobil ambulans untuk keperluan visum lebih lanjut.

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, petugas menemukan sejumlah barang bukti medis di dalam kamar.

"Tidak ada tanda tanda penganiayaan, namun ditemukan obat obatan sama surat rawat jalan dari RSPI," ungkap Murodih.

 

EDITOR: Bintang Pradewo