JawaPos.com – Kylie Jenner mengungkapkan bahwa ia menjalani terapi sel punca untuk mengatasi nyeri punggung kronis yang dialaminya sejak kehamilan terakhir.
Dilansir dari laman People pada Sabtu (6/12), Kylie Jenner menceritakan pengalamannya melalui unggahan di Instagram story yang menunjukkan foto dirinya berada di ranjang rumah sakit saat menjalani perawatan tersebut.
Dalam penjelasannya, Jenner menyebut bahwa ia telah berjuang melawan sakit punggung selama hampir tiga tahun tanpa menemukan solusi yang efektif.
Baca Juga: Berawal dari Kosmetik ke Musik, Kylie Jenner Rilis Lagu Fourth Strike dengan Gaya Elektro-pop
Dukungan dari saudaranya, Kim Kardashian, membuatnya mempertimbangkan terapi sel punca sebagai alternatif penyembuhan. Jenner pun menemui Dr. Akhan dan tim medis di sebuah klinik yang ia sebut sangat membantunya.
Jenner membagikan beberapa foto yang menunjukkan perban di punggung bawahnya setelah menjalani prosedur. Ia juga memperlihatkan swafoto bersama sang dokter sebagai bagian dari proses pemulihan.
Kylie Jenner menegaskan bahwa setiap tubuh memiliki respons berbeda dan menyarankan pengikutnya untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mencoba terapi serupa.
Baca Juga: Kylie Jenner dan Timothée Chalamet Tetap Mesra Meski Sibuk Syuting dan Jalani Hubungan Jarak Jauh
Selain membahas kondisi kesehatannya, Jenner kembali menyinggung kehidupannya sebagai ibu muda.
Jenner mengatakan bahwa menjadi orang tua di usia muda adalah tantangan besar yang memengaruhi emosinya setelah melahirkan.
Jenner mengaku bahwa ia sempat kesulitan menyeimbangkan identitas pribadinya dengan perannya sebagai seorang ibu.
Dukungan dari teman dekatnya, Yris Palmer, membantunya melewati masa-masa sulit tersebut. Ia juga menyebut bahwa proses untuk kembali merasa menjadi dirinya sendiri membutuhkan waktu cukup lama.
Khloé Kardashian menanggapi dengan memberikan pujian atas cara Jenner menjalani perannya sebagai seorang ibu.
Jenner mengatakan dibutuhkan sekitar satu tahun baginya untuk benar-benar pulih dan menemukan ritme setelah memiliki anak untuk kedua kalinya. Ia menegaskan bahwa proses tersebut normal dan setiap perempuan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri kembali.