JawaPos.com - Aktris muda berbakat Mawar de Jongh membagikan kisah menarik di balik proses syuting film terbarunya berjudul Sampai Titik Terakhirmu. Mawar menceritakan perjalanan panjangnya dalam mempersiapkan peran, termasuk berbagai tantangan fisik yang harus dijalani.
Dalam perbincangan pada podcast yang tayang di kanal YouTube @kaisartv berjudul “Mawar de Jongh Ceritain Peran Shella Sampai Titik Terakhirmu”, host Sandra Novita membuka dengan pertanyaan seputar proses keterlibatan Mawar dalam proyek film ini.
“Untuk yang film ini boleh nggak diceritain mungkin proses syutingnya gimana, kenapa kamu ambil juga ambil perannya?” tanya Sandra.
Mawar pun menjawab, “Waktu itu pertama ditawarin, dikasih tahu kalau ini akan difilmin.”
Sandra kemudian penasaran apakah Mawar sudah mengetahui kisah film tersebut sebelumnya. “Tapi kamu ngikutin enggak sebelumnya?” tanya Sandra lagi.
Mawar pun menimpali, “Sebelumnya aku ngikutin. Jadi aku sempat nonton beberapa video mereka sebelum ditawarin. Jadi pas ditawarin tuh aku udah punya gambaran kisahnya mereka kayak gimana, terus pemainnya siapa, dan lain-lain.”
Mawar menjelaskan bahwa sejak awal dirinya sudah diberi tahu bahwa peran Shella memiliki tantangan khusus. “Dari awal udah dikasih tahu bakal ada beberapa tantangan, mungkin dari pendekatan fisiknya. Jadi aku harus nurunin berat badan juga, terus ada beberapa konsultasi dengan dokter, dan latihan bola juga,” jelasnya.
Peran ini menjadi pengalaman baru bagi Mawar karena ia belum pernah menjalani perubahan fisik sebesar ini untuk sebuah film.
“Waktu di awal aku belum pernah nurunin berat badan sebanyak ini buat peran. Itu juga jadi salah satu alasan kuat kenapa aku ambil, karena selain pengen jadi bagian dari cerita Sampai Titik Terakhirmu, aku juga tertarik sama tantangan-tantangan yang ada di dalamnya,” ujar Mawar.
Sandra kemudian bertanya, “Berapa berat badan yang harus diturunin waktu itu?”
Mawar pun menjawab, “Di awal tuh penginnya sekitar tujuh sampai delapan kilo kalau nggak salah.”
Sandra pun menimpali, “Banyak banget ya itu, dalam waktu berapa bulan biasanya?”
Mawar kemudian menjelaskan, “Dua bulan waktu itu, tapi sebenarnya disesuaikan juga. Jadi seiring berjalannya waktu dilihat masih cukup enggak, masih perlu dikurangin atau enggak. Waktu itu kalau enggak salah di tujuh kilo sih, atau enam kilo di sekitar itu.”
Sandra juga penasaran soal pola makan yang dijalani Mawar selama proses diet tersebut. “Bagaimana cara menurunkan berat badan versi Mawar? Apa ketat banget kalau tujuh kilo dua bulan?” tanyanya.
Mawar pun menimpali, “Jadi memang difasilitasi dokter gizi. Dari awal udah dikasih tahu jumlah kalori per hari yang masih sehat tapi bisa bantu nurunin berat badan."
“Ada makanan-makanan yang dihindari, terus buah-buahan yang disarankan juga. Kayak buah naga tuh kalau nggak salah kalorinya lebih kecil, atau beri-berian juga,” tambahnya.
Sandra kembali bertanya dengan rasa penasaran apakah Mawar mengkonsumsinya setiap hari , “Jadi kamu makan itu setiap hari?”
Mawar kemudian menjawab sambil tersenyum, “Iya. Lumayan susah sih sebagai penyuka manis banget. Jadi agak berat, tapi puji Tuhan, aku punya lingkungan yang supportif juga, jadi enggak terasa terlalu berat waktu diet.”
Melalui film Sampai Titik Terakhirmu, Mawar menunjukkan dedikasi dan totalitasnya sebagai seorang aktris. Mawar tidak hanya mempersiapkan diri secara emosional, tetapi juga secara fisik agar bisa menampilkan karakter Shella dengan maksimal.
Perjuangan yang dijalani Mawar selama proses produksi film ini menjadi bukti nyata keseriusannya di dunia akting.
Dengan kerja keras dan komitmen yang kuat, publik tentu semakin menantikan penampilannya di layar lebar yang diyakini akan menunjukkan sisi emosional dan kedewasaan aktingnya. Jangan lupa saksikan Film Sampai Titik Terakhirmu tanggal 13 November di bioskop kesayangan Anda.