← Beranda
Jennifer Lawrence Desak Publik Fokus Pada Tanggung Jawab Kemanusiaan Terkait Genosida di Gaza Palestina
Risma Azzah Fatin• Selasa, 30 September 2025 | 06.13 WIB
Jennifer Lawrence (IMDb)

JawaPos.com – Jennifer Lawrence angkat suara untuk Palestina dalam konferensi pers Festival Film San Sebastian.

Dilansir dari laman Variety pada Senin (29/9), Pemenang Oscar itu hadir untuk mempromosikan film terbarunya berjudul Die My Love sekaligus menerima Penghargaan Donostia.

Ketika diminta pendapat tentang konflik Gaza, Lawrence menyebut situasi di sana sebagai hal yang sadis dan menegaskan hal itu tidak dapat diterima.

Baca Juga: Jennifer Lawrence Sebut Situasi di Gaza sebagai Genosida dan Soroti Krisis Kebebasan Berekspresi di AS

Lawrence menyampaikan ketakutannya terhadap dampak kekerasan tersebut, terutama bagi anak-anak di seluruh dunia. Ia menilai keadaan itu memalukan dan sangat mengkhawatirkan masa depan generasi muda.

“Saya takut pada anak-anak saya, pada semua anak kita,” ungkap Jennifer Lawrence seperti dikutip pada Variety.

Aktris tersebut juga menyinggung kondisi politik Amerika Serikat yang menurutnya penuh ketidakjujuran dan minim empati.

Baca Juga: Jennifer Lawrence: Dari Peternakan Kuda ke Panggung Hollywood

Lawrence menyesalkan bahwa generasi muda akan menganggap politik tanpa integritas sebagai sesuatu yang normal. Menurutnya, pengabaian terhadap krisis di satu wilayah dapat berimbas pada negara lain.

Namun, Lawrence mengingatkan bahwa beban memperbaiki masalah politik global tidak semestinya dibebankan pada para seniman.

Pemeran dalam film The Hunger Games tersebut juga mengaku takut kata-katanya disalahgunakan untuk memperkeruh suasana.

“Saya hanya ingin masyarakat tetap fokus pada siapa yang bertanggung jawab dan kapan harus memilih,” tambah Jennifer Lawrence.

Sebelumnya dalam konferensi itu, Lawrence menyoroti ancaman terhadap kebebasan berbicara dan berekspresi di Amerika.

Lawrence menyebut festival film sebagai ruang penting untuk mempertahankan nilai kebebasan tersebut. Menurutnya, melalui film, masyarakat dapat saling terhubung dan belajar satu sama lain.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho