JawaPos.com - Perseteruan hukum antara EXO-CBX dan SM Entertainment kembali menjadi sorotan publik setelah mediasi pertama yang digelar pengadilan berakhir tanpa adanya kesepakatan.
Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (23/9) itu digelar oleh Divisi Perdata ke-15 Pengadilan Distrik Timur Seoul, dengan Hakim Cho Yong Rae sebagai pimpinan sidang.
Mengutip laman Allkpop, agenda mediasi ini mencakup dua hal penting, yaitu gugatan SM terhadap EXO-CBX terkait pemenuhan kontrak, serta klaim EXO-CBX mengenai pembayaran yang belum diselesaikan.
Sidang mediasi yang bersifat tertutup tersebut berlangsung sekitar 30 menit dan hanya dihadiri oleh kuasa hukum dari kedua belah pihak.
Namun, setelah diskusi singkat, kedua pihak tidak menemukan titik temu. Pengadilan kemudian menjadwalkan sidang mediasi kedua yang akan digelar pada 10 Oktober mendatang.
Konflik panjang antara EXO-CBX dan SM bermula pada Juni 2023, ketika Chen, Baekhyun, dan Xiumin secara resmi menyatakan ingin mengakhiri kontrak eksklusif mereka dengan SM Entertainment.
Baca Juga: SM Entertainment Umumkan Reality Show Pertama SMTR25, Siap Tayang 2026
Ketiganya menuding SM gagal memberikan transparansi dan data akurat terkait pembagian hasil pendapatan.
Tak hanya itu, mereka juga mengajukan laporan resmi ke Komisi Perdagangan Adil Korea atas dugaan pelanggaran yang dilakukan SM.
Meski sempat memanas, kedua belah pihak kemudian mencapai kesepakatan parsial. Mereka sepakat bahwa kontrak eksklusif hanya berlaku untuk kegiatan grup bersama EXO, sementara EXO-CBX diberikan kebebasan untuk menjalani aktivitas individu melalui agensi baru mereka, INB100.
Namun, perjanjian itu kembali menimbulkan masalah ketika SM menuduh EXO-CBX melanggar kesepakatan dengan tidak membayar 10 persen dari pendapatan aktivitas individu, sebagaimana yang sebelumnya telah disetujui.
Pada April tahun lalu, SM Entertainment resmi melayangkan gugatan hukum terhadap EXO-CBX atas dugaan pelanggaran kontrak tersebut.
Sebagai balasan, EXO-CBX juga mengajukan gugatan terkait penyelesaian pembayaran yang belum diterima.
Hingga akhirnya, pada 1 Oktober, pengadilan memutuskan untuk menggabungkan kedua gugatan ini ke dalam satu jalur hukum dan merujuknya ke proses mediasi.
Dengan mediasi pertama yang gagal menghasilkan keputusan, kini perhatian publik tertuju pada sidang mediasi kedua.
Banyak yang menantikan apakah kedua belah pihak mampu mencapai kesepakatan damai, atau justru konflik ini akan terus berlanjut ke persidangan yang lebih panjang.
Kasus ini juga menjadi perhatian besar di industri hiburan Korea Selatan, mengingat EXO merupakan salah satu grup K-pop papan atas dengan pengaruh global yang kuat.