← Beranda
Wanda Hamidah Berlayar Menuju Gaza Wujudkan Solidaritas Kemanusiaan Indonesia Palestina
Risma Azzah FatinKamis, 18 September 2025 | 18.43 WIB
Wanda Hamidah. (Instagram @wandahamidahbsh)

JawaPos.com – Aktris dan aktivis kemanusiaan Wanda Hamidah menjadi satu-satunya perempuan Indonesia yang berlayar bersama Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina.

Dikutip pada akun media sosial Instagram pribadi Wanda Hamidah @wandahamidahbsa pada Kamis (18/9), Keikutsertaan Wanda bertujuan menunjukkan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina. Aksi ini mendapat doa dan dukungan luas dari masyarakat Indonesia.

Wanda dan tim sempat terdampar di Kelibia, Tunisia, akibat masalah teknis pada kapal yang mereka tumpangi.

Baca Juga: Kapal Bantuan Kemanusiaan GSF Diserang Drone di Laut Tunisia, Wanda Hamidah Pastikan Tak Ada TIM WNI yang Jadi Korban

Kapal bernama Kaiser itu akhirnya dapat diperbaiki dan dijadwalkan kembali berlayar ke Gaza keesokan harinya. Semangat para relawan tetap tinggi meski menghadapi tantangan di perjalanan.

Dalam unggahan di media sosial, Wanda menyampaikan bahwa perjuangan ini adalah bentuk solidaritas global. Ia menegaskan bahwa kebebasan Palestina juga merupakan kebebasan seluruh umat manusia. Pesan itu mendapat respons positif dari warganet yang terus memberikan dukungan doa.

Global Sumud Flotilla merupakan konvoi kemanusiaan internasional yang berupaya menembus blokade Gaza.

Baca Juga: Ayah Wanda Hamidah Meninggal Usai Berjuang Melawan Penyakit Kanker Usus Besar

Para peserta berasal dari berbagai negara untuk membawa bantuan dan menyuarakan kemerdekaan Palestina. 

Kehadiran perwakilan Indonesia menegaskan komitmen bangsa dalam mendukung perjuangan kemanusiaan.

Wanda mengungkapkan rasa haru sekaligus bangga bisa menjadi bagian dari misi kemanusiaan ini. Wanda berharap masyarakat Indonesia terus memantau perjalanan mereka melalui situs pelacakan resmi Global Sumud Flotilla. 

Partisipasinya menjadi simbol kepedulian dan keberanian perempuan Indonesia di kancah internasional. Meski banyak delegasi dari negara lain memilih kembali ke tanah air, Wanda tetap bertahan di Tunisia.

Wanda juga menyatakan tekad untuk melanjutkan perjuangan hingga kapal terakhir meninggalkan pelabuhan. Keputusan ini menunjukkan komitmen pribadi yang kuat untuk menyampaikan amanah solidaritas ke Gaza.

Dukungan doa dan pesan semangat terus mengalir dari masyarakat Indonesia bagi perjalanan Wanda Hamidah.

Aksi ini diharapkan membuka mata dunia atas penderitaan rakyat Palestina dan pentingnya solidaritas global. Kehadiran Wanda menjadi wujud nyata kepedulian Indonesia terhadap kemanusiaan di Palestina.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho