JawaPos.com – Selebgram Miskah Shafa, istri Yislam Jaidi, melahirkan anak pertamanya melalui persalinan normal. Prosesnya berjalan lancar, namun Miskah mengalami robekan parah yang memerlukan lebih dari 20 jahitan untuk menutup luka akibat persalinan.
Rasa sakit yang dialami Miskah muncul beberapa jam setelah ia keluar dari ruang bersalin. Melalui story Instagram pribadinya, @miskashf, Miskah mengadakan sesi tanya jawab dengan para pengikutnya.
Dalam kesempatan itu, Miskah mengaku bahwa menjelang waktu maghrib dirinya masih merasa normal, tetapi pada sekitar pukul 22.00 rasa sakit mulai terasa dengan tingkat yang tinggi.
Masa pemulihan pasca persalinan menjadi tantangan tersendiri. Aktivitas sederhana seperti duduk, berjalan, atau ke kamar kecil menimbulkan rasa sakit akibat jahitan yang cukup banyak. Kondisi ini membuat proses adaptasi sehari-hari menjadi lebih berat.
Dokter yang menangani persalinan memberikan anjuran khusus untuk mempercepat pemulihan luka. Salah satu saran utama adalah meningkatkan asupan protein dalam makanan.
Nutrisi tersebut dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan luka.
Pemulihan luka berlangsung selama beberapa minggu. Pada minggu kedua hingga ketiga, rasa sakit mulai berkurang secara bertahap.
Sekitar tiga minggu pasca persalinan, Miskah mulai dapat kembali beraktivitas secara lebih normal, meskipun dengan keterbatasan tertentu.
Namun demikian, rasa sakit tetap mendominasi pada minggu-minggu awal pemulihan. Miskah menuturkan bahwa aktivitas dasar seperti bangun dari tempat tidur dan bergerak masih menimbulkan rasa nyeri yang cukup mengganggu.
Pada hari ke-50 setelah persalinan, Miskah menyatakan bahwa kondisi kesehatannya berangsur pulih sepenuhnya.
Miskah tidak lagi merasakan sakit signifikan dan dapat kembali menjalankan aktivitas harian seperti sebelumnya.
Miskah dan Yislam dikaruniai seorang anak perempuan yang diberi nama Aisha. Bayi tersebut lahir pada 28 Juli 2025, membawa kebahagiaan besar bagi pasangan ini meskipun diwarnai dengan pengalaman persalinan yang berat.
Selain membagikan kisahnya sebagai pengalaman pribadi, Miskah juga menyampaikan edukasi kepada pengikutnya di media sosial.
Miskah menekankan pentingnya perhatian khusus pada pemulihan pasca melahirkan, baik dari segi pola makan maupun perawatan luka jahitan.
Cerita yang dibagikan Miskah mendapat perhatian publik. Banyak warganet yang menyampaikan empati sekaligus memberikan apresiasi atas keberaniannya membagikan pengalaman tersebut secara terbuka.
Hal ini dipandang bermanfaat sebagai pengetahuan bagi ibu hamil maupun masyarakat umum.
Kasus ini juga menunjukkan bahwa persalinan normal tidak selalu bebas dari risiko. Robekan parah bisa saja terjadi, sehingga diperlukan kesiapan fisik, mental, serta dukungan medis yang memadai.
Pengetahuan mengenai potensi risiko dan cara perawatan pasca persalinan menjadi aspek penting bagi setiap ibu yang sedang menanti kelahiran.
Dengan demikian, pengalaman Miskah Shafa memberikan pelajaran penting tentang realitas proses melahirkan.
Meskipun normal, persalinan tetap dapat menghadirkan tantangan besar yang membutuhkan perhatian medis dan dukungan penuh agar ibu dapat pulih secara optimal.