← Beranda
Karina dan Winter aespa Ungkap Rasa Frustrasi, Minta Maaf atas Penanganan Perilisan Lightstick Baru oleh SM Entertainment
Alyssa Nazira• Rabu, 27 Agustus 2025 | 15.22 WIB
Karina dan Winter aespa ungkap frustrasi serta minta maaf soal perilisan lightstick baru SM. (Instagram/@aespa_official)

JawaPos.com - Dua member aespa, Karina dan Winter, belum lama ini menyampaikan kekecewaan mereka terhadap cara SM Entertainment menangani perilisan lightstick baru grup tersebut.

Dalam pernyataannya, keduanya juga menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar yang merasa dirugikan akibat kebijakan penjualan yang dinilai kurang tepat.

Melansir laman Allkpop, sejak awal tahun lalu, SM Entertainment bersama aespa sebenarnya telah merencanakan proyek pembaruan desain lightstick.

Menariknya, para member juga turut dilibatkan secara langsung dengan mengumpulkan masukan dari penggemar agar hasil akhirnya sesuai dengan keinginan fandom.

Namun, meski sudah melalui proses panjang, peluncurannya justru meninggalkan rasa kecewa.

Alih-alih dibuka melalui pre-order online atau distribusi pengiriman awal, penjualan perdana lightstick hanya dilakukan di booth konser aespa pada hari pertunjukan.

Hal ini menyebabkan banyak penggemar harus mengantre panjang di tengah cuaca panas musim panas.

Lebih jauh lagi, pembelian online baru akan dibuka setelah stok awal yang tersedia di lokasi terjual habis.

Melalui aplikasi komunikasi Bubble, Karina pun menuliskan pesan permintaan maaf kepada para penggemar.

Ia menyesalkan bahwa banyak yang merasa terbebani oleh sistem penjualan ini.

Karina mengaku sudah meminta pihak agensi agar penjualan dilakukan secara online lebih dahulu, namun ternyata ada kendala produksi yang membuat hal tersebut mustahil dilakukan.

Karina menuliskan, dirinya merasa marah sekaligus kecewa karena lightstick hanya bisa dibeli secara langsung di konser.

Ia menambahkan bahwa meskipun SM berjanji akan memperbanyak jumlah booth, kondisi antrean di tengah cuaca panas tentu menyulitkan penggemar.

“Aku benar-benar minta maaf, aku ingin konser ini menjadi momen yang membahagiakan, bukan sebaliknya,” tulisnya.

Tak hanya Karina, Winter juga menyampaikan keluhannya melalui siaran suara langsung.

Ia mengungkap bahwa penjualan online seharusnya bisa dilakukan dengan opsi pengambilan langsung di lokasi konser, sehingga penggemar tidak perlu menunggu lama di bawah terik matahari.

“Penjualan langsung di tempat itu tidak mempertimbangkan kenyamanan penggemar. Aku benar-benar kesal. Mereka seharusnya tahu betapa sulitnya menunggu dalam panas seperti ini,” ujarnya dengan nada kecewa.

Winter juga menyampaikan harapannya agar penggemar yang membeli lightstick di konser bisa mendapatkan keempat photocard sekaligus, bukan hanya satu yang dipilih secara acak.

Namun, SM Entertainment tetap mengumumkan bahwa setiap pembelian hanya akan disertai dengan satu photocard random, meski para member sudah menginginkan sebaliknya.

Kekecewaan Karina dan Winter membuat banyak penggemar semakin vokal menyuarakan kritik mereka terhadap SM Entertainment.

Di komunitas online, berbagai komentar bermunculan yang menyoroti bagaimana agensi terkesan lepas tangan, sementara idol justru harus menanggung beban untuk meminta maaf.

Beberapa komentar netizen antara lain:

“Kenapa artis yang harus minta maaf dan menjelaskan? Seharusnya perusahaan yang bertanggung jawab.”

“Harga lightstick 47 ribu KRW (sekitar Rp 530 ribu) terlalu mahal. Idol yang meminta maaf, sementara agensi hanya meraup keuntungan.”

“Mendengar suara Winter yang terdengar begitu kesal benar-benar menyakitkan. Apakah SM sudah kehilangan akal sehatnya?”

“Budaya photocard random ini harus dihapus. Fans sudah mengeluarkan banyak uang, tapi masih dibuat sulit.”

“SM, berikan saja satu set photocard penuh. Perlakuanmu pada fans adalah yang terburuk dibanding agensi lain.”

Banyak fans yang juga menekankan bahwa kesalahan seharusnya ditanggung oleh perusahaan, bukan oleh artis yang sama sekali tidak berperan dalam kebijakan penjualan.

Kasus ini pun cukup menjadi sorotan di kalangan penggemar K-Pop, karena memperlihatkan bagaimana idol sering kali berada di posisi sulit, harus meminta maaf atas keputusan manajemen yang sebenarnya berada di luar kendali mereka.

Meski Karina dan Winter sudah berusaha menunjukkan kepedulian terhadap fans, banyak yang menilai SM Entertainment perlu mengevaluasi sistem distribusi merchandise agar tidak menimbulkan kerugian dan kekecewaan di masa mendatang. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah