← Beranda
Sepeda Kembali Dilirik, Kini Tak Sekadar untuk Olahraga Tapi Gaya Hidup Urban
Dony Lesmana Eko Putra• Rabu, 23 September 2026 | 17.13 WIB
Sepeda kembali menjadi bagian dari aktivitas masyarakat urban. (Dony/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sepeda kembali mendapat perhatian di tengah dinamika kehidupan masyarakat perkotaan. Penggunaannya kini tidak hanya untuk olahraga, tetapi juga mulai menjadi pilihan mobilitas jarak dekat, commuting, hingga aktivitas rekreasi.

Perubahan pola aktivitas tersebut membuat kebutuhan terhadap sepeda semakin beragam. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan performa, tetapi juga kenyamanan, kepraktisan, desain, serta kesesuaian dengan aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini turut mendorong industri sepeda menghadirkan pilihan produk dengan karakter berbeda. United Bike, merek sepeda di bawah naungan PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD), misalnya, memiliki sejumlah kategori. 

Diantaranya mulai dari City Bike, Folding Bike, Mountain Bike (MTB), Road Bike, BMX, Kids Bike hingga Electric Bike.

Bagi masyarakat perkotaan, City Bike dan Folding Bike dapat digunakan untuk kebutuhan mobilitas yang lebih praktis.

Sementara MTB dan Road Bike lebih banyak dikaitkan dengan aktivitas olahraga dan rekreasi.

Direktur UNTD Andrew Mulyadi mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa fungsi sepeda semakin luas di tengah perubahan gaya hidup masyarakat.

“Kami melihat sepeda memiliki potensi yang besar untuk kembali menjadi bagian dari mobilitas masyarakat urban. Perkembangannya sekarang bukan hanya soal bersepeda untuk olahraga, tetapi bagaimana sepeda bisa menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, termasuk untuk perjalanan jarak dekat maupun aktivitas akhir pekan,” ujar Andrew dalam pernyataannya, Rabu (23/9).

Menurut dia, keberagaman kebutuhan pengguna menjadi tantangan bagi industri untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan karakter masing-masing.

“Kami ingin sepeda bisa menjadi pilihan yang relevan untuk berbagai kebutuhan. Karena itu, kami menghadirkan pilihan produk dengan karakter yang berbeda, sehingga masyarakat dapat memilih sepeda sesuai aktivitas, kebutuhan mobilitas, dan gaya hidup mereka,” katanya.

Selain produk, perkembangan komunitas dan kegiatan bersepeda turut membentuk ekosistem yang membuat aktivitas ini semakin beragam. Bersepeda dapat menjadi sarana olahraga sekaligus rekreasi dan aktivitas sosial.

Bagi masyarakat urban, sepeda juga menawarkan alternatif untuk perjalanan jarak dekat sekaligus kesempatan tetap aktif di tengah rutinitas.

Pilihan jenis sepeda yang semakin beragam memungkinkan pengguna menyesuaikannya dengan kebutuhan dan medan yang biasa dilalui.

“Pada akhirnya, kami ingin sepeda tidak hanya dilihat sebagai produk olahraga. Sepeda dapat menjadi bagian dari gaya hidup dan mobilitas sehari-hari,” ujar Andrew.

 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra