← Beranda
Dari Batik hingga Wayang, Begini Cara Pokémon Belajar Mendekati Indonesia
Dhimas GinanjarRabu, 16 September 2026 | 16.24 WIB
Berbagai macam Pokemon yang dibuat versi wayang di Poke Wayang. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Langkah The Pokémon Company memperluas bisnisnya di Indonesia ternyata tidak hanya lahir dari meja rapat di Jepang. Ada karyawan asal Indonesia di dalam perusahaan yang ikut memikirkan cara agar Pokémon bisa semakin dekat dengan masyarakat Tanah Air.

Hal itu diungkap Corporate Officer The Pokémon Company Susumu Fukunaga dalam konferensi pers Pokémon Future Plans for Indonesia 2026-2027 di Jakarta. Menurut Susumu, diskusi dengan karyawan Indonesia menjadi salah satu sumber lahirnya ide untuk memperkuat hubungan Pokémon dengan anak-anak di Indonesia.

“Di perusahaan kami itu ada beberapa orang-orang yang memang asli Indonesia,” kata Susumu. Mereka kemudian berdiskusi mengenai cara agar Pokémon dapat menjangkau anak-anak Indonesia dengan lebih dekat.

“Kami sempat berdiskusi dengan teman-teman dari Pokemon yang memang asli Indonesia, bagaimana caranya untuk bisa lebih dekat, lebih bisa menjangkau anak-anak di Indonesia,” ujarnya. Dari pembicaraan tersebut kemudian lahir sejumlah ide, termasuk kolaborasi dengan budaya lokal seperti wayang.

Pendekatan itu terlihat dalam sejumlah proyek Pokémon yang diumumkan untuk Indonesia. Salah satu yang paling mencolok adalah Poké Wayang, yang mempertemukan karakter Pokémon dengan seni tradisional Indonesia.

Wayang bukan satu-satunya bentuk pendekatan terhadap budaya lokal. Sebelumnya, Pokémon juga menghadirkan Pikachu dengan unsur batik dalam rangkaian kolaborasi dan aktivitasnya di Indonesia.

Bagi Pokémon, pendekatan tersebut bukan sekadar memasukkan unsur lokal ke dalam karakter atau acara. Perusahaan ingin mempelajari budaya Indonesia sekaligus mencari cara agar dunia Pokémon dapat bertemu dengan kehidupan masyarakat di Tanah Air.

COO The Pokémon Company Takato Utsunomiya mengatakan perusahaan ingin belajar dari Indonesia, termasuk melalui kesenian tradisional seperti wayang. “Kami sangat menghormati dan ingin mempelajari kekayaan budaya tersebut,” ujar Takato.

Menurut Takato, proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pokémon menciptakan pengalaman baru bersama masyarakat Indonesia. Perusahaan berharap Pokémon dapat menjadi penghubung antara Indonesia dan dunia.

Bagi Susumu, perhatian terhadap Indonesia juga didorong oleh respons penggemar yang mereka rasakan selama beberapa tahun terakhir. Ia menilai pasar Indonesia memiliki posisi penting bagi Pokémon.

“Tentu saja, pasar di Indonesia sangat penting bagi kami,” kata Susumu. Ia menyebut kerja sama dengan Garuda dan penyelenggaraan drone show di PIK sebagai bagian dari perjalanan Pokémon di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Susumu juga merasakan sambutan yang hangat dari penggemar Pokémon di Indonesia. Karena itu, perusahaan ingin membawa lebih banyak aktivitas dan pengalaman Pokémon ke Tanah Air.

“Kami merasakan bahwa teman-teman memang benar-benar ke Pokemon itu hangat,” ujar Susumu. Ia mengatakan Pokémon ingin memberikan sesuatu yang lebih besar lagi di Indonesia.

Keinginan tersebut kini terlihat dari semakin beragamnya proyek yang masuk ke Indonesia. Pokémon tidak hanya berbicara tentang game, tetapi juga budaya, olahraga, event, kartu koleksi, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dalam pengumuman terbaru, The Pokémon Company memperkenalkan proyek Poké Wayang, MilkLife Sports Project with Pokémon, Pokémon RUN 30, dukungan bahasa Indonesia untuk Pokémon Trading Card Game Pocket, serta kembalinya Pikachu’s Indonesia Journey. Rangkaian tersebut mencakup ranah budaya, olahraga, digital, hingga pengalaman fisik bagi penggemar.

Corporate Officer The Pokémon Company Susumu Fukunaga dengan wayang Pikachu, Senin (14/9) di Jakarta. (The Pokemon Company)
Corporate Officer The Pokémon Company Susumu Fukunaga dengan wayang Pikachu, Senin (14/9) di Jakarta. (The Pokemon Company)

Strategi tersebut menunjukkan bahwa Pokémon melihat Indonesia bukan sekadar sebagai tempat untuk menjual produk. Perusahaan mencoba membangun titik temu dengan kebiasaan, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.

Menariknya, upaya memahami Indonesia tersebut juga datang dari dalam tubuh perusahaan sendiri. Kehadiran karyawan asal Indonesia membuat pembahasan mengenai cara mendekati masyarakat lokal memiliki perspektif yang lebih dekat dengan konteks Tanah Air.

Dari perspektif itulah muncul pertanyaan sederhana yang kemudian menghasilkan proyek besar. Bagaimana membuat Pokémon terasa lebih dekat bagi anak-anak Indonesia tanpa sekadar membawa produk dari Jepang?

Jawabannya mulai terlihat dalam berbagai proyek yang sedang disiapkan. Wayang menjadi medium untuk mengenalkan budaya, olahraga menjadi ruang untuk mendukung anak-anak, sementara game dan event membawa pengalaman Pokémon lebih dekat dengan penggemarnya.

Pokémon bahkan berencana membawa Poké Wayang berkeliling ke berbagai sekolah dasar di Indonesia. Kit khusus juga akan didonasikan kepada sekolah agar dapat digunakan guru untuk pertunjukan maupun pembelajaran tentang wayang.

Pada akhirnya, strategi Pokémon di Indonesia tampaknya bukan hanya soal membuat penggemar semakin banyak. Perusahaan juga sedang mencari cara agar Pokémon menjadi bagian dari pengalaman lokal, dengan bantuan perspektif orang-orang yang memahami Indonesia dari dalam.

Dan mungkin itu yang membuat proyek seperti Poké Wayang terasa berbeda. Di balik Pikachu yang tampil dengan nuansa Indonesia, ada proses panjang untuk mencari cara agar dunia Pokémon benar-benar bisa bertemu dengan dunia anak-anak Indonesia.

EDITOR: Dhimas Ginanjar