← Beranda
Bukan Dijual, Poké Wayang Bakal Dibawa Pokémon ke Beberapa SD di Indonesia
Dhimas GinanjarRabu, 16 September 2026 | 16.21 WIB
Corporate Officer The Pokémon Company Susumu Fukunaga (tengah) saat memperkenalkan Poke Wayang, Senin (14/9). (The Pokemon Company)

JawaPos.com - Poké Wayang tidak akan berhenti setelah tampil perdana di panggung. The Pokémon Company justru menyiapkan rencana membawa pertunjukan tersebut ke berbagai sekolah dasar di Indonesia.

Rencana itu menjadi bagian penting dari kolaborasi Pokémon dengan budaya tradisional Indonesia. Lewat wayang, Pokémon ingin menghadirkan cara baru agar anak-anak bisa mengenal budaya Indonesia lebih dekat.

Pertunjukan perdana Poké Wayang dijadwalkan berlangsung dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) pada 22 Oktober 2026. Setelah itu, The Pokémon Company berencana menggelar tur Poké Wayang ke berbagai sekolah dasar di Indonesia.

Tidak hanya membawa pertunjukannya, Pokémon juga menyiapkan perangkat khusus untuk sekolah. Perusahaan berencana mendonasikan kit peragaan wayang edisi khusus tersebut ke sebanyak mungkin sekolah.

Kit itu nantinya tidak sekadar menjadi pajangan di sekolah. Guru dapat memanfaatkannya untuk menggelar pertunjukan atau mengenalkan wayang kepada para siswa melalui kegiatan pembelajaran.

Hal tersebut disampaikan Susumu Fukunaga, Corporate Officer The Pokémon Company, saat menjelaskan rencana setelah kolaborasi Poké Wayang diperkenalkan. Menurutnya, sekolah akan memiliki keleluasaan untuk menentukan bagaimana kit tersebut digunakan.

“Jadi mungkin nanti dari gurunya ingin menggelar pertunjukan di SD atau mungkin nanti dari gurunya akan memberikan pelajaran berupa wayang,” kata Susumu. Penggunaan kit tersebut nantinya akan diserahkan kepada masing-masing sekolah.

Dengan model seperti itu, Poké Wayang memiliki fungsi yang lebih panjang daripada sebuah pertunjukan promosi. Pokémon ingin karakter yang dikenal anak-anak menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kesenian tradisional yang mungkin terasa lebih jauh bagi sebagian generasi muda.

Menariknya, The Pokémon Company untuk sementara belum menjadikan kit Poké Wayang sebagai barang dagangan. Prioritas pertama perusahaan adalah membawa wayang tersebut ke sekolah dan menjangkau lebih banyak anak-anak Indonesia.

“Jadi mungkin prioritas kami utamanya adalah itu dulu ya,” ujar Susumu. “Untuk penjualan wayang dan lain sebagainya nanti menjadi prioritas yang berikutnya.”

Keputusan tersebut membuat proyek Poké Wayang memiliki pendekatan yang berbeda dari merchandise Pokémon pada umumnya. Kit yang dibuat khusus justru diarahkan terlebih dahulu untuk kebutuhan edukasi dan aktivitas sekolah.

Susumu mengatakan perusahaan ingin lebih dulu memperluas jangkauan Poké Wayang melalui sekolah. Dengan cara tersebut, Pokémon berharap dapat menjangkau lebih banyak penggemarnya di Indonesia.

Ide membawa Pokémon ke lingkungan sekolah juga berkaitan dengan alasan perusahaan memilih wayang sebagai medium kolaborasi. The Pokémon Company sebelumnya berdiskusi dengan sejumlah karyawan mereka yang berasal dari Indonesia mengenai cara agar Pokémon dapat lebih dekat dengan anak-anak di Tanah Air.

“Kami sempat berdiskusi dengan teman-teman dari Pokemon yang memang asli Indonesia, bagaimana caranya untuk bisa lebih dekat, lebih bisa menjangkau anak-anak di Indonesia,” kata Susumu. Dari pembicaraan tersebut kemudian lahir berbagai ide untuk mendekatkan Pokémon dengan Indonesia, termasuk kolaborasi wayang.

Dalam konsepnya, Poké Wayang memang dirancang membawa pesan yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Petualangan Pikachu dan Pokémon lainnya akan mengangkat nilai bekerja sama dengan teman serta saling mendukung dengan orang-orang terdekat.

Unsur lokal juga akan terasa melalui musik yang digunakan dalam pertunjukan. Musik ikonis dari seri video game Pokémon akan diaransemen ulang dengan alunan gamelan untuk menciptakan perpaduan khas Indonesia dan Pokémon.

Ketua Umum SENAWANGI F.H. Bambang Soelistyo melihat kolaborasi tersebut sebagai pertemuan antara budaya Indonesia dan Pokémon. “Ini adalah kolaborasi spesial di mana budaya Indonesia bertemu dengan Pokémon,” ujarnya.

Bambang berharap masyarakat dapat merasakan kembali kedekatan dengan budaya sendiri melalui proyek tersebut. “Mari rasakan budaya kita lebih dekat dan kenali pesonanya bersama Poké Wayang,” katanya.

Bagi The Pokémon Company, sekolah akhirnya menjadi salah satu ruang penting untuk memperpanjang umur proyek Poké Wayang. Bukan hanya ditonton sekali, wayang tersebut diharapkan bisa dimainkan dan dipelajari kembali oleh anak-anak bersama guru mereka.

Jika rencana tersebut berjalan sesuai target, perjalanan Poké Wayang akan dimulai dari panggung WCCE lalu berlanjut ke sekolah-sekolah. Dari sana, Pikachu dan Pokémon lainnya bukan hanya menjadi karakter dalam pertunjukan, tetapi juga menjadi pengantar bagi anak-anak Indonesia untuk mengenal salah satu warisan budaya mereka.

EDITOR: Dhimas Ginanjar