← Beranda
Tak Ada Arjuna, Ini Karakter yang Akan Muncul dalam Poké Wayang Buatan Pokémon
Dhimas GinanjarRabu, 16 September 2026 | 04.06 WIB
Corporate Officer The Pokémon Company Susumu Fukunaga dengan wayang Pikachu, Senin (14/9) di Jakarta. (The Pokemon Company)

JawaPos.com - Poké Wayang menjadi salah satu proyek paling unik yang diumumkan The Pokémon Company untuk Indonesia. Proyek ini mempertemukan dunia Pokémon dengan seni wayang yang telah menjadi bagian penting dari budaya Nusantara. 

Kolaborasi tersebut bukan sekadar menghadirkan Pikachu dalam bentuk wayang. Pokémon ingin menggunakan pertunjukan ini untuk mengenalkan kembali budaya tradisional Indonesia kepada anak-anak dengan cara yang lebih dekat dengan dunia mereka.

The Pokémon Company menyebut wayang sebagai salah satu budaya tradisional yang mewakili Indonesia sekaligus telah terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Dalam bentuk yang paling populer, wayang kulit menggunakan karakter dari ukiran kulit kerbau dan dimainkan sebagai pertunjukan siluet dengan iringan gamelan.

Dalam Poké Wayang, karakter yang digunakan tetap berasal dari dunia Pokémon. Jadi, sosok seperti Arjuna atau karakter wayang Indonesia lainnya tidak akan muncul sebagai bagian dari cerita tersebut.

Hal itu ditegaskan langsung oleh Susumu Fukunaga, Corporate Officer The Pokémon Company. “Pokoknya cuma Pokémon saja, tidak ada, jadi hanya Pokémon saja yang akan muncul di situ,” kata Susumu saat menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan hadirnya karakter wayang Indonesia.

Dengan konsep tersebut, Pokémon mencoba mengambil medium yang sudah akrab dalam kebudayaan Indonesia lalu mengisinya dengan karakter yang dikenal penggemarnya. Hasilnya diharapkan menjadi pertemuan dua dunia yang berbeda tanpa menghilangkan identitas masing-masing.

Cerita Poké Wayang juga tidak dibuat hanya untuk menampilkan karakter Pokémon dalam bentuk baru. The Pokémon Company menyebut kisahnya akan membawa pesan moral bagi anak-anak Indonesia.

Dalam ceritanya, Pikachu dan Pokémon lainnya akan menghadapi berbagai rintangan dalam sebuah petualangan. Dari perjalanan tersebut, Pokémon ingin menyampaikan pentingnya bekerja sama dengan teman dan saling mendukung dengan orang-orang terdekat.

Unsur Indonesia tidak berhenti pada bentuk wayangnya. Musik ikonis dari seri video game Pokémon juga akan diaransemen ulang menggunakan alunan gamelan.

Perpaduan tersebut menjadi salah satu bagian yang membuat Poké Wayang berbeda dari pertunjukan Pokémon pada umumnya. Musik yang selama ini lekat dengan video game Pokémon akan mendapatkan warna baru melalui instrumen tradisional Indonesia. 

Ketua Umum SENAWANGI Marsda TNI (Purn) F.H. Bambang Soelistyo menyebut proyek ini sebagai pertemuan antara budaya Indonesia dan Pokémon. “Ini adalah kolaborasi spesial di mana budaya Indonesia bertemu dengan Pokémon,” ujarnya. 

Bambang juga mengajak masyarakat melihat Poké Wayang sebagai kesempatan untuk kembali mengenal budaya sendiri. “Mari rasakan budaya kita lebih dekat dan kenali pesonanya bersama Poké Wayang,” lanjutnya. 

Bagi Pokémon, pemilihan wayang juga tidak muncul secara tiba-tiba. Ada proses diskusi dengan sejumlah orang Indonesia yang bekerja di The Pokémon Company mengenai cara agar perusahaan bisa lebih dekat dengan anak-anak Indonesia.

“Kami sempat berdiskusi dengan teman-teman dari Pokemon yang memang asli Indonesia, bagaimana caranya untuk bisa lebih dekat, lebih bisa menjangkau anak-anak di Indonesia,” kata Susumu. Dari diskusi tersebut kemudian lahir sejumlah ide untuk Indonesia, termasuk kolaborasi dengan wayang. 

Pendekatan itu menunjukkan bahwa Pokémon tidak hanya ingin membawa produk globalnya ke Indonesia. Perusahaan juga mencoba mempelajari budaya lokal dan mencari cara agar dunia Pokémon dapat bertemu dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

COO The Pokémon Company Takato Utsunomiya sebelumnya juga menyampaikan keinginan perusahaan untuk belajar dari kekayaan budaya Indonesia. Wayang menjadi salah satu contoh budaya tradisional yang ingin dipelajari sambil menciptakan pengalaman baru khas Pokémon. 

Berbagai macam Pokemon yang dibuat versi wayang di Poke Wayang. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
Berbagai macam Pokemon yang dibuat versi wayang di Poke Wayang. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

Pertunjukan perdana Poké Wayang dijadwalkan berlangsung dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) pada 22 Oktober 2026. Setelah itu, proyek tersebut tidak berhenti di panggung acara tersebut. 

The Pokémon Company berencana membawa pertunjukan Poké Wayang berkeliling ke berbagai sekolah dasar di Indonesia. Perusahaan juga akan mendonasikan kit khusus berupa perangkat peragaan wayang kepada sebanyak mungkin sekolah. 

Menariknya, kit tersebut untuk sementara bukan diprioritaskan sebagai produk komersial. Susumu mengatakan Pokémon lebih dulu ingin menjangkau anak-anak melalui sekolah sebelum memikirkan kemungkinan menjual perangkat tersebut.

“Jadi mungkin prioritas kami utamanya adalah itu dulu ya,” ujar Susumu. “Untuk penjualan wayang dan lain sebagainya nanti menjadi prioritas yang berikutnya.” 

Artinya, Poké Wayang sejak awal memang dirancang untuk menjadi bagian dari pengalaman anak-anak. Sekolah nantinya dapat menggunakan kit tersebut untuk pertunjukan maupun kegiatan pembelajaran mengenai wayang.

Menurut Susumu, penggunaan kit juga akan diserahkan kepada masing-masing sekolah. Guru dapat menggunakannya untuk menggelar pertunjukan atau memberikan pelajaran yang berkaitan dengan wayang. 

Proyek ini mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta SENAWANGI. Kolaborasi tersebut sekaligus ditempatkan sebagai upaya melestarikan budaya tradisional dengan pendekatan yang lebih kreatif untuk anak-anak. 

Pada akhirnya, Poké Wayang bukan sekadar proyek membuat Pikachu menjadi tokoh dalam pertunjukan tradisional. Pokémon mencoba memakai karakter dan cerita yang sudah dikenal anak-anak sebagai jembatan untuk membawa mereka lebih dekat dengan salah satu warisan budaya Indonesia.

Bagi Pokémon, kolaborasi semacam ini juga menjadi cara untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan Indonesia. Bagi wayang, kehadiran karakter Pokémon memberikan kesempatan baru untuk diperkenalkan kepada generasi yang tumbuh bersama budaya pop dan game.

EDITOR: Dhimas Ginanjar