JawaPos.com - The Pokémon Company menyiapkan sejumlah proyek baru untuk memperkuat kehadirannya di Indonesia hingga 2027. Rencananya tidak hanya berkaitan dengan game, tetapi juga budaya, olahraga, komunitas, hingga pengalaman langsung bersama Pokémon.
Berbagai rencana tersebut diperkenalkan dalam acara Pokémon Future Plans for Indonesia 2026-2027 di Jakarta, Senin (14/9/2026). Corporate Officer The Pokémon Company Susumu Fukunaga mengatakan Indonesia merupakan pasar yang penting bagi Pokémon.
“Tentu saja, pasar di Indonesia sangat penting bagi kami,” kata Susumu dalam acara tersebut. Ia juga merasakan antusiasme penggemar Pokémon di Indonesia yang sangat kuat.
“Kami merasakan bahwa teman-teman memang benar-benar ke Pokémon itu hangat,” ujarnya. Karena itu, The Pokémon Company ingin menghadirkan lebih banyak kegiatan dan pengalaman untuk penggemar di Tanah Air.
Salah satu proyek yang paling mencuri perhatian adalah Poké Wayang. Proyek ini mempertemukan karakter Pokémon dengan seni wayang Indonesia dan akan diperkenalkan kepada publik dalam World Conference on Creative Economy pada Oktober 2026.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon melihat kolaborasi tersebut sebagai bentuk akulturasi budaya. “Dengan Pokémon ini akulturasi budaya baru,” kata Fadli.
Ia berharap pertemuan Pokémon dengan wayang bisa membawa budaya Indonesia ke audiens yang lebih luas. “Dengan akulturasi ini semoga wayang makin dikenal di seluruh dunia,” ujarnya.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar juga melihat kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya membawa budaya Indonesia melalui ekonomi kreatif. Menurutnya, Pokémon bisa menjadi salah satu cara untuk membuat budaya seperti batik dan wayang lebih dekat dengan generasi muda.
“Pokémon ada batiknya, tapi masih mengikuti pattern kita,” kata Irene. Ia juga menyebut kolaborasi batik tersebut sebagai upaya agar batik semakin dicintai dan dikenal hingga ke seluruh dunia.
Poké Wayang bukan satu-satunya proyek budaya yang disiapkan Pokémon. Setelah sebelumnya membawa Pikachu berkemeja batik melalui Pikachu’s Indonesia Journey, Pokémon kini melangkah lebih jauh dengan mengangkat wayang.
Di sisi komunitas, Pokémon juga menyiapkan Pokémon RUN 30 di Jakarta pada Desember 2026. Acara ini dirancang sebagai pengalaman lari bertema Pokémon, lengkap dengan Pokémon partner, Gym, Pokédex, hingga berbagai aktivitas di Festival Zone.
Indonesia menjadi salah satu dari tujuh wilayah di Asia yang mendapatkan Pokémon RUN 30 dalam rangka perayaan ulang tahun ke-30 Pokémon. Versi Indonesia akan berlangsung dengan Pokémon RUN pada 13 Desember 2026 dan Festival Zone pada 12-13 Desember di kawasan GBK.
Pokémon juga memperluas aktivitasnya ke bidang olahraga. Melalui kerja sama dengan MilkLife, program yang disiapkan mencakup sepak bola putri dan bulu tangkis untuk membuka lebih banyak kesempatan olahraga bagi anak-anak Indonesia.
Di ranah digital, Pokémon Trading Card Game Pocket juga akan mendapatkan dukungan Bahasa Indonesia mulai Januari 2027. Indonesia sendiri disebut sebagai negara dengan jumlah pemain TCG Pocket terbesar keenam di dunia.
Susumu mengatakan berbagai proyek tersebut merupakan bagian dari upaya Pokémon untuk memperbesar bisnis sekaligus memperkuat hubungan dengan penggemarnya di Indonesia. Ia mengaitkannya dengan sejumlah kegiatan yang sudah dilakukan Pokémon dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kerja sama dengan Garuda Indonesia dan pertunjukan drone di PIK.
“Kami juga ingin memberikan yang lebih besar lagi,” kata Susumu. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak di Indonesia menjadi bagian dari upaya memperbesar bisnis Pokémon di Tanah Air.
Menariknya, keterlibatan Indonesia juga terjadi dari dalam The Pokémon Company sendiri. Susumu mengungkapkan ada sejumlah orang Indonesia di perusahaan yang ikut berdiskusi mengenai cara Pokémon bisa lebih dekat dan menjangkau anak-anak Indonesia.
“Dari situ lahirlah ide-ide seperti yang waktu itu kami juga telah mengumumkan beberapa bulan yang lalu yaitu batik dan juga wayang itu sendiri,” ujar Susumu. Dengan pendekatan tersebut, Pokémon tidak hanya membawa karakter dan gamenya ke Indonesia, tetapi juga mencoba masuk melalui budaya dan aktivitas yang dekat dengan masyarakat.
Irene melihat peluang tersebut bisa berkembang lebih jauh melalui ekonomi kreatif Indonesia. Menurutnya, kolaborasi dengan Pokémon bukan semata soal menghadirkan produk atau konsol, tetapi juga membuka jalan agar budaya Indonesia bisa ikut dikenal di dunia.
“Bukan hanya konsolnya saja,” kata Irene. Ia menilai kerja sama dengan Nintendo dan Pokémon dapat menjadi bagian dari upaya membawa karya kreatif Indonesia menuju pasar global.
Rangkaian proyek tersebut menunjukkan perubahan pendekatan Pokémon di Indonesia. Jika sebelumnya penggemar lebih banyak mengenal Pokémon melalui game, kartu, dan merchandise, kini pengalaman tersebut mulai diperluas ke budaya, olahraga, dan kegiatan tatap muka.
Bagi Pokémon, Indonesia bukan lagi sekadar pasar untuk menjual produk. Hingga 2027, perusahaan ingin membawa lebih banyak pengalaman Pokémon sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan penggemar di Tanah Air.