← Beranda
Xbox Ubah Sistem Cloud Gaming, Akses Streaming Jumlah Jam Terbatas
Nanda PrayogaJumat, 4 September 2026 | 12.28 WIB
Ilustrasi Xbox Game. (Engadget)

JawaPos.com - Xbox berencana mengubah sistem cloud gaming mulai November mendatang. Perubahan tersebut akan mengakhiri akses streaming gim tanpa batas bagi pelanggan Game Pass Ultimate.

Melalui sistem baru ini, Xbox akan menerapkan batas waktu bermain cloud untuk seluruh tingkatan Game Pass. Pelanggan Game Pass Ultimate akan mendapatkan jatah streaming 15 jam per bulan, sedangkan Game Pass Premium memperoleh 10 jam dan Game Pass Essential sebanyak lima jam setiap bulan.

Seperti dilansir dari Engadget, Xbox menyebut perubahan tersebut diperkirakan hanya akan berdampak pada sekitar 4 persen pelanggan Game Pass. Angka itu kemungkinan mencerminkan jumlah pengguna yang memang aktif memanfaatkan layanan cloud gaming.

Meski demikian, kebijakan tersebut tetap menjadi perubahan besar, terutama bagi pelanggan Game Pass Ultimate. Sebelumnya, paket yang dibanderol USD 23 atau sekitar Rp 370 ribuan per bulan itu menawarkan akses cloud gaming tanpa batas.

Di sisi lain, Xbox memberikan opsi baru bagi pengguna yang ingin tetap menikmati cloud gaming setelah jatah bulanannya habis. Pengguna nantinya dapat membeli tambahan "jam bermain cloud" melalui Xbox Store.

Baca Juga: PS5 Bisa Dipakai Nonton 100+ Saluran TV Gratis, Sony Ikuti Langkah Xbox

Menariknya, akses tersebut tidak lagi secara khusus ditujukan bagi pelanggan Game Pass. Pemilik gim Xbox juga dapat melakukan streaming dari koleksi gim yang mereka miliki.

Sistem ini bahkan berpotensi memberikan keuntungan bagi pengguna Xbox One. Dengan dukungan gim yang kompatibel, mereka secara teori dapat melakukan streaming gim Xbox Series X/S tanpa harus membeli konsol generasi baru.

Hal tersebut menjadi alternatif menarik di tengah harga perangkat keras gaming yang semakin mahal. Namun, keberhasilan skema baru ini sangat bergantung pada harga jam bermain cloud yang akan ditawarkan Xbox.

Xbox mengatakan harga tambahan jam bermain tersebut akan berbeda-beda, tergantung pada masing-masing pasar.

Perubahan ini juga menunjukkan pergeseran strategi Xbox dalam melihat masa depan gaming. Sebelumnya, perusahaan membangun Game Pass dan layanan cloud gaming dengan visi bahwa pemain pada akhirnya tidak lagi membutuhkan konsol untuk menikmati gim.

Visi tersebut sempat menjadi bagian dari kampanye "This Is An Xbox" yang menuai kritik dari sebagian pemain. Meski demikian, konsep yang ditawarkan kampanye tersebut pada dasarnya menggambarkan upaya Xbox memperluas akses bermain gim ke berbagai perangkat.

Kini, di bawah kepemimpinan CEO baru Asha Sharma, arah strategi Xbox mulai berubah. Perusahaan disebut kembali memperkuat komitmen terhadap gim dan perangkat keras eksklusif, sekaligus melakukan penyesuaian harga layanan dan pemutusan hubungan kerja terhadap sejumlah besar karyawan.

Ironisnya, ketika Xbox kembali memberikan perhatian lebih besar pada perangkat keras, meningkatnya harga RAM dan potensi mahalnya konsol Project Helix justru dapat membuat cloud gaming semakin menarik bagi sebagian pemain.

Dengan skema baru ini, Xbox tampaknya tidak sepenuhnya meninggalkan cloud gaming. Perusahaan justru mengubahnya menjadi layanan yang lebih terukur, dengan akses dasar melalui Game Pass dan opsi membeli tambahan waktu bermain bagi pengguna yang membutuhkan.

 

EDITOR: Edy Pramana