← Beranda
PS5 Bisa Dipakai Nonton 100+ Saluran TV Gratis, Sony Ikuti Langkah Xbox
Nanda PrayogaSelasa, 1 September 2026 | 19.11 WIB
Tampilan saluran TV pada PS5. (Dok. Sony)

JawaPos.com - Pemilik PlayStation 5 (PS5) di Amerika Serikat kini mendapatkan opsi hiburan baru.

Sony menghadirkan layanan free ad-supported streaming television (FAST) yang memungkinkan pengguna menonton lebih dari 100 saluran TV secara gratis dengan dukungan iklan langsung melalui konsol.

Seperti dilansir dari Engadget, layanan streaming tersebut tersedia melalui tab Media di PS5.

Selain menghadirkan berbagai saluran TV secara langsung, Sony juga menyediakan pilihan konten on-demand yang dapat ditonton pengguna kapan saja.

Baca Juga: Jelang Rilis GTA 6, Sony Pastikan Pasokan Memori PS5 Aman dari Ramageddon

Lebih dari 100 saluran yang tersedia berasal dari Sony Pictures Television dengan beragam kategori.

Mulai dari film, serial TV, anime, berita, olahraga, dokumenter, hingga konten seputar gim dan esports.

Untuk kategori film, pengguna dapat menemukan sejumlah saluran yang menayangkan genre aksi, fiksi ilmiah, hingga horor.

Beberapa di antaranya adalah MovieSphere milik Lionsgate, 50 Cent Action, dan Sony One Horror Hits.

Sementara itu, pilihan serial TV mencakup sejumlah judul populer seperti Community, The Walking Dead, Deal or No Deal USA, Fear Factor, dan Ice Road Truckers.

Baca Juga: Ardhito Pramono Gugat Sony Music, Tuntut Ganti Rugi Rp 5,7 Miliar Terkait Royalti Lagu

Penggemar anime juga mendapatkan pilihan khusus. Beberapa judul yang tersedia antara lain Naruto, Sailor Moon, Hunter x Hunter, dan Death Note.

Sony turut menyediakan saluran yang menayangkan konten gim, esports, podcast, komedi, serta kategori hiburan lainnya.

Sony menyatakan, layanan Live TV di PS5 akan terus mendapatkan pembaruan. Perusahaan berencana menambahkan konten dan saluran baru secara berkala.

Untuk saat ini, layanan tersebut baru tersedia bagi pengguna PS5 di Amerika Serikat. Sony juga berencana memperluasnya ke Kanada dan wilayah lainnya.

Strategi Sony Pertahankan Pengguna PS5

Kehadiran layanan FAST di PS5 menjadi langkah yang cukup masuk akal bagi Sony untuk mempertahankan pengguna PS5.

Baca Juga: Jelang Rilis GTA 6, Sony Pastikan Pasokan Memori PS5 Aman dari Ramageddon

Dengan menyediakan lebih banyak pilihan hiburan langsung dari konsol, pengguna tidak perlu beralih ke platform lain seperti Pluto TV, Roku, atau Tubi ketika ingin menonton tayangan gratis.

Strategi tersebut pada akhirnya dapat membuat pengguna menghabiskan lebih banyak waktu di ekosistem PlayStation.

Bagi Sony, semakin lama pengguna bertahan di dalam platform, semakin besar pula peluang untuk menghasilkan pendapatan tambahan dari layanan maupun iklan.

Langkah tersebut juga sejalan dengan strategi bisnis Sony yang belakangan semakin berfokus pada optimalisasi pendapatan dari basis pengguna yang sudah ada, bukan hanya mengejar penjualan konsol baru.

Namun, waktu peluncuran fitur ini terbilang menarik. Sony masih menghadapi reaksi negatif dari sebagian pengguna terkait keputusan untuk mengurangi produksi cakram fisik (game disc).

Baca Juga: Sony Naikkan Target Laba Bersih Jadi Rp 134 Triliun, Ditopang PlayStation

Tidak hanya itu, Sony baru-baru ini juga memberi tahu sejumlah pelanggan di Eropa, bahwa mereka akan kehilangan akses terhadap ratusan film yang sebelumnya telah dibeli melalui PlayStation Store.

Hal tersebut terjadi karena berakhirnya perjanjian lisensi konten.

Situasi tersebut berpotensi membuat langkah Sony menghadirkan layanan TV gratis di PS5 dipandang sebagai bagian dari perubahan strategi perusahaan yang semakin mengandalkan layanan digital.

PS5 Mulai Mengarah Jadi Pusat Hiburan?

Sony memang masih memiliki sejumlah gim besar yang akan dirilis untuk konsol PS5.

Perusahaan juga dijadwalkan memperlihatkan sejumlah proyek dalam dua acara State of Play yang berlangsung pekan ini.

Baca Juga: Penjualan Anjlok Hanya 7 Game yang Tembus 100 Ribu Unit jadi Alasan Sony Playstation Tinggalkan Game Fisik

Meski begitu, kehadiran Live TV membuat PS5 perlahan terlihat tidak hanya diposisikan sebagai perangkat untuk bermain gim.

Konsol tersebut juga diarahkan menjadi pusat hiburan yang menawarkan berbagai jenis konten dalam satu platform.

Strategi tersebut mengingatkan pada langkah Microsoft ketika mempromosikan Xbox One sebagai perangkat hiburan serbaguna atau all-in-one.

Kala itu, Microsoft berusaha menjadikan Xbox One bukan sekadar konsol gim, tetapi juga pusat hiburan di ruang keluarga.

Namun, strategi tersebut pada akhirnya tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan dan menjadi salah satu pendekatan yang banyak dikritik pada era awal Xbox One.

Baca Juga: Film Ramayana Gandeng Sony Pictures untuk Distribusi Global, Ambisi Tembus Pasar Dunia

Kini, Sony tampaknya mencoba mengambil sebagian konsep serupa. Bedanya, layanan TV gratis tersebut hadir sebagai tambahan di dalam ekosistem PS5, bukan sebagai identitas utama konsol.

Apakah strategi ini akan membuat pengguna semakin betah berada di ekosistem PlayStation atau justru membuat PS5 semakin jauh dari identitasnya sebagai konsol gim?

Jawabannya akan terlihat seiring Sony memperluas layanan tersebut ke lebih banyak wilayah.

EDITOR: Bayu Putra