← Beranda
Ini Asal usul KucingMu dan Pemberian Kartu Anggota Muhammadiyah untuk Kucing
Tazkia Royyan HikmatiarSelasa, 28 Juli 2026 | 22.09 WIB
Ilustrasi kucing dengan kartu anggota Muhammadiyah. (AI/ChatGPT)

JawaPos.com - Pemberian Kartu Tanda Anggota (KTA) Muhammadiyah terhadap kucing yang tergabung dalam komunitas KucingMu disambut baik oleh publik, khususnya pecinta kucing. 

Berawal dari Yogyakarta, gerakan komunitas kucing Muhammadiyah ini tampaknya akan meluas ke berbagai kota di Indonesia.

Ketua Bidang Kesehatan DPD IMM DIY, Afghan Azka Falah, menjelaskan bahwa KucingMu berawal dari diskusi sederhana mengenai keinginannya menghadirkan gerakan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

"Awalnya ini hanya obrolan ringan antara saya dan dr. Rais di Sekretariat IMM Universitas Gadjah Mada. Kami berpikir bagaimana menghadirkan gerakan baru yang dapat melibatkan mahasiswa kedokteran, kedokteran hewan, farmasi, dan disiplin ilmu kesehatan lainnya dalam satu aksi nyata," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi PWM Yogyakarta, Selasa (28/7).

Baca Juga: Muhammadiyah Beri Kartu Anggota untuk Kucing, Messi Dapat KTAM Pertama

Menurut Afghan, gerakan komunitas KucingMu tersebut dibangun di atas paradigma One Health.

Yakni konsep yang memandang kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan.

"Kesehatan manusia tidak bisa dipisahkan dari kesehatan hewan maupun lingkungan. Ketiganya saling memengaruhi. Karena itu, kolaborasi lintas profesi menjadi sangat penting," katanya.

Kemudian, kucing dipilih sebagai pintu masuk gerakan One Health ini karena memiliki kedekatan historis maupun emosional dengan manusia.

Selain mudah diterima masyarakat, kucing dinilai menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan isu kesehatan hewan kepada warga Muhammadiyah.

Baca Juga: Cara Baru Para Pecinta Kucing saat Hangout Bareng Temang Sefrekuensi

Ide Awal Pembuatan KTA KucingMu

Komunitas KucingMu menarik perhatian karena adanya KTA Muhammadiyah khusus kucing yang telah mengikuti kegiatan cek kesehatan umum hewan.

Menurut Afghan, ide awalnya hanya dibuat secara spontan untuk menambah daya tarik kegiatan. Ia pun tak menyangka kartu tersebut justru memiliki daya tarik lebih dari dugaannya.

"Setelah kami diskusikan, kartu identitas hewan ini memiliki manfaat sebagai rekam medis, pendataan populasi, hingga menjadi basis pengembangan layanan kesehatan hewan di masa depan," jelasnya.

Dengan KTA Muhammadiyah khusus kucing ini juga, Afghan berharap mampu memetakan kepemilikan kucing di kalangan warga Muhammadiyah sekaligus menjadi dasar penyusunan program.

Termasuk mengidentifikasi fenomena animal hoarding atau kondisi ketika seseorang memelihara terlalu banyak hewan.

Baca Juga: Pemilik Kucing Wajib Tahu, Ini 6 Cara Cepat Bersihkan Bulu di Pakaian

EDITOR: Bayu Putra