JawaPos.com - Di tengah pesatnya perkembangan game mobile dan hiburan digital, Pump It Up masih menjadi salah satu game arcade yang memiliki basis penggemar kuat di Indonesia.
Game ritme yang menggabungkan gerakan kaki, musik, dan koordinasi tubuh ini terus menarik pemain dari berbagai kalangan, mulai dari pemula hingga komunitas yang telah menekuninya selama bertahun-tahun.
Berbeda dengan kebanyakan permainan digital yang dimainkan secara individual melalui gawai, Pump It Up menawarkan pengalaman bermain yang lebih aktif dan sosial. Pemain dituntut mengikuti arah panah yang muncul di layar sambil menginjak panel yang sesuai dengan irama musik.
Menurut Head of Brand TEEG Indonesia (Timezone), Eko Prasetyo, salah satu daya tarik utama Pump It Up terletak pada kombinasi unik antara gameplay dan musik yang membuat pengalaman bermain terasa berbeda dibandingkan game lainnya.
"Tapi saya pikir yang membedakan Pump It Up dibandingkan games lainnya, dia tuh kombinasi game-game, sama musik juga, dan ketika main itu kan musik-musiknya bener-bener enak. Jadi saya pikir kombinasi, kombinasi yang membedakan Pump it up dibandingkan games lainnya ,” kata Eko di Jakarta, dikutip Jumat (12/6).
Kombinasi tersebut membuat Pump It Up tidak hanya menjadi permainan yang menghibur, tetapi juga aktivitas yang menuntut konsentrasi tinggi. Pemain harus mampu menyelaraskan pandangan, gerakan kaki, dan tempo lagu secara bersamaan untuk memperoleh skor terbaik.
Selain gameplay yang unik, keberadaan komunitas menjadi faktor penting yang membuat Pump It Up tetap eksis hingga sekarang. Komunitas pemain secara rutin mengadakan latihan bersama, berbagi strategi, hingga mengikuti berbagai kompetisi.
Tingginya antusiasme komunitas juga diakui oleh pihak Timezone yang selama ini aktif mendukung perkembangan ekosistem Pump It Up di Indonesia.
"Yang jelas support kita yang sedemikian besar gitu ya, itu itu mungkin bisa jadi proxy ke situ kali ya, bisa membuktikan bahwa ini tuh merupakan games dengan antusias yang tinggi banget di Indonesia,” ungkap Eko.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai bentuk kolaborasi dengan komunitas, mulai dari penyediaan tempat bermain hingga aktivitas yang mendorong interaksi antar pemain.
"Thats why kita juga supporting mereka bener-bener banget gitu kan, mulai dari awal, mulai komunitasnya, terus kita kolaborasi sama mereka gitu kan, itu merupakan bentuk support kita yang luar biasa,” jelasnya.
Popularitas Pump It Up juga tercermin dari jumlah pemain yang relatif stabil dari waktu ke waktu. Menurut Eko, game tersebut secara konsisten memiliki pemain yang datang untuk berlatih maupun sekadar menikmati pengalaman bermain.
"Kalau dilihat Timezone, traffic untuk games ini sebenarnya bisa dibilang ya stabil, konsisten pasti ada yang main gitu kan di Timezone, itu membuktikan sebenarnya banyak banget antusiasme ke games ini,” kata Eko.
Sementara itu, salah satu pemain yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional adalah Rizki Arifa. Perempuan yang meraih Juara 1 Speed Female pada ajang Pump It Up Dominion: Asia Pacific Tournament 2026 di Korea Selatan itu mengaku tertarik pada permainan tersebut karena mampu membuatnya fokus sepenuhnya saat bermain. Selain itu, game ini juga membuatnya menjadi lupa saat-saat ujian sekolah yang menegangkan.
"Untuk Pump It Up itu harus fokus antara melihat panah, menginjak panah juga di kaki gitu, itu harus fokus banget, jadi lupa ujiannya, sudah selesai, jadi bisa seru-seru disitu, apalagi ada lagu-lagu gitu,” ungkapnya.
Adapun Indonesia sendiri memiliki prestasi yang baik pada game ini, dalam kompetisi Pump It Up Dominion: Asia Pacific Tournament 2026 di Korea Selatan, tim Merah Putih berhasil meraih Juara 1 Speed Female dan Juara 2 Speed Male, mengungguli peserta dari enam negara Asia Pasifik.
Tak hanya itu, Indonesia juga menjadi satu-satunya negara yang mengirimkan wakil pada kategori Freestyle untuk tampil di panggung utama PlayX4 di KINTEX, Korea Selatan.
Tiga delegasi yang mewakili Indonesia adalah Chresko Willie (Willie) pada kategori Speed Male, Rizki Arifa (Rifka) pada kategori Speed Female, serta Muhammad Arwan (Awang) pada kategori Freestyle.
Di hadapan para pemain terbaik Asia Pasifik, para wakil Indonesia tampil gemilang dan berhasil membawa pulang gelar Juara 1 Speed Female serta Juara 2 Speed Male. Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari komunitas dan pecinta Pump It Up dari berbagai negara.
"Keberhasilan Indonesia di Pump It Up Dominion: Asia Pacific Tournament 2026 membuktikan bahwa ekosistem yang sehat antara komunitas, industri hiburan keluarga, dan individu yang berdedikasi mampu melahirkan prestasi berkelas dunia," ujar Naveen H, CEO TEEG Indonesia.
Di tengah banyaknya permainan arcade yang mengalami pasang surut popularitas, Pump It Up menunjukkan daya tahannya melalui komunitas yang aktif, dukungan industri, serta prestasi yang terus lahir dari para pemainnya. Perpaduan musik, tantangan fisik, dan atmosfer kompetitif membuat game ini tetap memiliki tempat tersendiri di hati para penggemar.