“Semua kucing berhak makan mewah,” ujar Content Creator Cellos dalam salah satu podcast-nya saat membahas makanan favorit kucing peliharaannya. "Kucing-kucing saya tetap aktif dan sehat dengan pola makan yang terjaga," ujar dia.
Perilaku picky eater pada kucing sebenarnya dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya adalah insting alami kucing yang memiliki kemampuan penciuman sangat sensitif. Aroma makanan menjadi faktor utama yang menentukan apakah anabul tertarik untuk makan atau justru menolak makanan yang diberikan.
Selain aroma, tekstur makanan juga berpengaruh terhadap selera makan kucing. Beberapa kucing lebih menyukai makanan dengan potongan daging lembut dan saus gravy melimpah karena dianggap lebih mudah dimakan dan memiliki aroma lebih kuat.
Suhu makanan yang mendekati suhu tubuh alami juga dapat membantu meningkatkan minat makan anabul.
Karena itu, pemilik disarankan memilih makanan premium dengan kandungan nutrisi lengkap dan bahan berkualitas.
Salah satu produk yang hadir di kategori tersebut adalah Bio Cat dari Bio Pet Food.
Produk makanan basah buatan PT Evo Nusa Bersaudara itu tersedia dalam beberapa varian seperti Fresh Salmon in Gravy, Tuna Slice in Gravy, hingga Chopped Chicken and Tuna in Gravy. Formula yang digunakan juga diklaim tanpa pewarna dan pengawet buatan sehingga aman untuk konsumsi harian.
Varian Bio Cat Chunk in Gravy hadir dalam ukuran pouch 85 gram dan kaleng 400 gram. Produk ini mengandung taurine untuk membantu menjaga kesehatan jantung kucing serta prebiotik yang membantu penyerapan nutrisi lebih optimal.
Selain makanan utama, pemilik juga dapat memberikan camilan tambahan untuk membantu meningkatkan nafsu makan kucing. Bio Pet Food menghadirkan Bio Creamy dengan tekstur lembut yang dapat digunakan sebagai snack maupun topping makanan. Informasi selengkapnya bisa didapatkan di akun Instagram @Biopetfood.
Sementara itu, kucing yang tiba-tiba kehilangan nafsu makan juga perlu mendapat perhatian lebih. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut bisa dipicu masalah kesehatan seperti gangguan gigi, sariawan, hingga masalah pencernaan.
Baca Juga: Orang Indonesia Paling Banyak Pelihara Kucing, Biaya Rawat Anjing dan Kucing Paling Mahal
Jika berlangsung cukup lama, pemilik disarankan segera memeriksakan anabul ke dokter hewan agar penyebabnya dapat diketahui lebih lanjut. (*)