← Beranda
Tambah Catatan Buruk, The Day Before Resmi Hentikan Penjualan Produk Mereka di Steam
Rizal Rosyid AnnafiSelasa, 12 Desember 2023 | 19.59 WIB
Tampilan Gameplay yang Dijanjikan oleh Fntastic Selaku Pengembang dari The Day Before yang Kini Harus Menghentikan Penjualannya di Steam. / Sumber : The Day Before / Fntastic

JawaPos.com – Salah satu game MMO Survival terbaru yang ‘dinantikan’ oleh para gamers kehadirannya yakni The Day Before harus menghentikan penjualannya lebih awal.

Dikutip dari akun X milik Fntastic (@FntasticHQ),  pembuat game The Day Before itu umumkan penutupan studio game tersebut.

“secara resmi kami mengumumkan penghentian operasional kami, The Day Before telah lahir sebagai game gagal dan kami tidak ada dana untuk memperbarui game tersebut lebih lanjut,” tulis mereka.

Dalam pengumuman tersebut, mereka juga mengklaim bahwa tidak mengambil dana sedikit pun pada para gamers dengan tidak membuka pemesanan di awal (pre-order) maupun melakukan pengumpulan dana melalui crowdfunding.

Dikutip dari laman Steamdb, kini game yang baru saja dirilis pada 7 Desember tersebut sudah tidak dapat dibeli lagi oleh para pengunjung Steam.

Mendapat Rating ‘Overwhemingly Negative’ di Steam

Dikutip dari laman resmi penjualan The Day Before di Steam, Game yang sebelumnya dibanderol dengan harga Rp 299 Ribu tersebut dapatkan rating Overwhelmingly Negative.

Hanya 17 persen dari 19.629 orang yang memberikan nilai positif pada game buatan Fntastic tersebut. Saat berita ini dibuat, rata-rata review dibuat oleh orang-orang yang telah mengajukan pengembalian game tersebut.

Baca Juga: Bread & Fred, Game Platformer Co-Op yang Menghibur dan Memacu Adrenalin

Selain itu, dikutip dari postingan Simon Carless (@simoncarless) diketahui bahwa gamers yang lakukan pengembalian terhadap game tersebut mencapai 46 persen dari 200 Ribu lebih orang yang telah membeli.

Data tersebut didapatkan dari laporan penjualan yang ditulis oleh Eduard Gotovtsev, CEO Fntastic melalui laman Telegram miliknya.

Selain itu, dilaporkan bahwa penjualan dari game bergenre MMO-Survival tersebut menurun drastis hingga tidak tampil pada top sales steam pada hari kedua.

Mengutip Kotaku, The Day Before sempat menjadi salah satu game yang paling banyak di-wishlist di layanan penjualan milik Valve itu.

Sejak diperkenalkan melalui trailer pertamanya di 2021, banyak gamers yang tertarik untuk menikmati hasil akhir dari game tersebut dan mulai memasukkannya kedalam wishlist mereka.

Diterpa Berbagai Macam Masalah hingga Disebut ‘Scam’ oleh Gamers

Sebelum dirilis pada 7 Desember lalu, The Day Before sebenarnya telah mendapatkan banyak masalah sejak diperkenalkan pada 2021 lalu.

Dimulai dari penundaan rilis pada 2022, yang disebabkan adanya perubahan program yang digunakan untuk menjalankan game tersebut menjadi Unreal Engine 5.

Baca Juga: Onic Esports Tumbangkan Blacklist International ke Lower Bracket M5 World Championship dengan Skor Akhir 3-2

Dilansir dari IGN, proses penggantian program yang digunakan tersebut membuat game ini harus menunda perilisan hingga Maret 2023.

“kami berterima kasih atas apresiasi para gamers terhadap game yang sedang kami buat, sebagai bentuk rasa Syukur dan tanggung jawab, kami akan implementasikan teknologi Unreal Engine 5 pada The Day Before,” tulis Fntastic selaku pengembang game tersebut.

Selain itu, game buatan Fntastic itu harus menghadapi tuntutan mengenai hak cipta merk dagang dari salah satu aplikasi kalender buatan Korea Selatan.

Masalah ini sendiri diketahui melalui pengumuman yang disampaikan oleh Fntastic melalui laman X mereka (@FntasticHQ) pada 25 Januari 2023 lalu.

“Steam telah lakukan pemblokiran pada laman penjualan kami. Hal ini disebabkan adanya keluhan mengenai hak cipta,” tulis mereka pada post tersebut.

“sebelumnya kami tidak mengetahui adanya kepemilikan hak cipta dari nama game buatan kami tersebut, kami baru mengetahuinya pada tanggal 19 Januari 2023 kemarin,” jelas mereka.

Mengutip Eurogamer, nama The Day Before ternyata telah digunakan terlebih dahulu merupakan properti hak cipta yang sudah ada sejak 2010 lalu.

Developer dari aplikasi tersebut mengatakan bahwa alasan mereka menuntut Fntastic adalah demi melindungi hak cipta merek mereka.

Baca Juga: Relaxing Game 'Imomushi', Sebuah Petualangan yang Menantang dan Penuh Kejutan

“saat ini kami telah memiliki izin hak cipta di Korea, Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Jepang, Vietnam dan Uni Eropa,” jelas mereka.

Kasus-kasus yang menimpa The Day Before membuat para gamers sempat skeptis dan bahkan secara terang-terangan mengatakan game buatan Fntastic tersebut hanyalah bentuk dari scam semata.

Dilansir dari IGN, secara terang-terangan mereka kembali membantah seluruh tuduhan yang disampaikan oleh para penikmat video game.

“badai pasti akan berlalu dan mereka akan menyaksikan hasil akhir ketika game ini nantinya benar-benar tersedia untuk publik,” ujar Fntastic.

“kami telah bersusah payah membuat game ini selama 4 tahun, dengan tuduhan tak berdasar tersebut membuat kami dan orang-orang dibalik layar merasa sakit hati,” tulis mereka.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti