JawaPos.com - Zakat fitrah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap muslim dan muslimah baik anak kecil ataupun mereka berusia dewasa. Zakat fitrah harus ditunaikan sebelum pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.
Zakat fitrah memiliki makna mendalam bagi setiap muslim dan muslimah. Ia melengkapi ibadah puasa, sebagai bentuk penyucian jiwa setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Penting diketahui oleh umat Islam terkait ketentuan membayar zakat fitrah. Salah satu ketentuannya, beras atau makanan pokok yang dikeluarkan sebagai zakat fitrah tidak boleh kualitasnya lebih jelek dari beras atau makanan pokok yang biasa dikonsumsi sehari-hari.
"Tidak boleh dalam kehidupan sehari-hari makan dengan beras yang bagus, tapi beras yang digunakan untuk zakat fitrah malah yang kualitasnya jelek. Beras yang dikeluarkan untuk zakat harus sama dengan yang dikonsumsi sehari-hari," kata Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dasrizal M. Nainin, kepada JawaPos.com.
Baca Juga: 8 Ide Hampers Lebaran Murah Tapi Terlihat Mahal, Cocok untuk Teman dan Keluarga
Menjaga kualitas beras untuk zakat fitrah bukan hanya soal aturan, tapi juga mencerminkan kepedulian sosial. Dengan memberikan yang terbaik, kita turut menjaga martabat penerima zakat dan mempererat rasa persaudaraan.
Selain itu, hal ini juga sebagai bentuk syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita.
Zakat fitrah biasanya ditunaikan dalam bentuk bahan makanan pokok, seperti beras dan sejenisnya. Adapun takaran zakat fitrah sekitar 2,5 kilogram atau 3,5 liter per orang.
Selain itu, sejumlah ulama membolehkan pembayaran zakat fitrah dilakukan dalam bentuk uang yang setara dengan harga bahan pokok yang biasa dikonsumsi pembayar zakat.