JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan adalah momen yang dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Namun bagi penderita maag atau gangguan lambung, puasa bisa menjadi tantangan tersendiri.
Maag umumnya berkaitan dengan peradangan lambung atau peningkatan asam lambung. Perubahan jadwal makan saat puasa Ramadhan dapat memicu kekambuhan jika tidak diatur dengan baik.
Menurut Mayo Clinic, gastritis atau peradangan lambung dapat disebabkan oleh iritasi, infeksi dan pola makan yang tidak teratur. Karena itu, pola makan selama puasa harus diperhatikan.
Selain itu, National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menjelaskan bahwa pengaturan makanan dan gaya hidup dapat membantu mengontrol gejala gangguan lambung. Dengan strategi tepat, penderita maag tetap bisa menjalani puasa Ramadhan.
Baca Juga: 5 Strategi Ampuh Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa Ramadhan Agar Tetap Percaya Diri
Berikut 5 cara aman berpuasa bagi penderita maag agar ibadah tetap lancar dan tubuh tetap sehat sebagaimana dilansir dari laman Cleveland Clinic dan Harvard Medical School, Minggu (8/3) :
1. Jangan lewatkan sahur
Sahur adalah kunci penting bagi penderita maag saat puasa Ramadhan. Melewatkan sahur dapat membuat lambung kosong terlalu lama. Menurut Cleveland Clinic, lambung yang kosong dalam waktu lama dapat meningkatkan iritasi pada sebagian orang dengan gangguan lambung.
Oleh sebab itu, pilih makanan mudah dicerna seperti nasi, telur rebus, tahu, tempe, dan sayur bening. Hindari makanan terlalu pedas atau asam saat sahur. Makan sahur dengan porsi cukup intinya membantu menjaga kestabilan asam lambung.
2. Pilih menu berbuka yang ramah lambung
Saat berbuka puasa, penderita maag sebaiknya tidak langsung makan dalam porsi besar jadi mulailah dengan makanan ringan dan hangat.
Harvard Medical School menyarankan penderita gangguan lambung menghindari makanan berlemak tinggi dan terlalu pedas. Pilihan makanan yang tepat membantu mengurangi risiko kambuh.
Anda bisa memulai berbuka dengan kurma dan air hangat. Setelah itu, lanjutkan dengan sup ayam, nasi dan lauk rendah lemak. Selain itu, hindari juga gorengan berlebihan dan minuman bersoda.
3. Hindari makanan dan minuman pemicu asam lambung
Beberapa jenis makanan dapat memicu naiknya asam lambung. Terutama makanan pedas, asam, dan berkafein.
Menurut American College of Gastroenterology, penderita gangguan lambung sebaiknya menghindari makanan yang memicu gejala seperti kopi dan makanan berlemak.
Jadi, batasi konsumsi kopi saat sahur maupun setelah tarawih. Untuk gantinya, Anda bisa pilih air putih atau teh herbal yang lebih lembut bagi lambung.
4. Atur porsi dan waktu makan
Makan berlebihan saat berbuka dapat membuat lambung bekerja terlalu keras dan hal ini memicu rasa tidak nyaman. National Health Service menyarankan makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering untuk penderita gangguan lambung.
Anda bisa membagi waktu makan menjadi berbuka ringan, makan utama setelah shalat maghrib dan camilan sehat setelah tarawih. Pola ini bisa membantu lambung beradaptasi.
5. Jangan stres dan istirahat yang cukup
Pada dasarnya stres dapat memperburuk gejala maag. Ramadhan seharusnya menjadi momen menenangkan diri bukan menambah tekanan.
Menurut American Psychological Association, stres dapat memengaruhi sistem pencernaan dan memperburuk gejala gangguan lambung.
Jadi, Anda bisa memperbanyak ibadah, dzikir dan istirahat cukup selama Ramadhan. Tidur yang cukup membantu tubuh memulihkan diri. ***