Bau mulut saat puasa umumnya terjadi karena produksi air liur berkurang. Kondisi mulut yang kering membuat bakteri lebih mudah berkembang. Menurut Mayo Clinic, bau mulut sering disebabkan oleh penumpukan bakteri di mulut dan kondisi mulut yang kering.
Saat puasa, risiko ini meningkat karena tidak ada asupan cairan selama beberapa jam. Selain itu American Dental Association menjelaskan bahwa kebersihan mulut yang kurang optimal menjadi penyebab utama bau mulut. Oleh karena itu, menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat penting selama Ramadhan.
Berikut beberapa cara ampuh mengatasi bau mulut saat puasa agar tetap nyaman dan percaya diri sebagaimana dilansir dari laman CBC dan National Health Service, Minggu (8/3) :
Baca Juga: Nggak Percaya Diri Karena Bau Mulut? Coba 6 Cara Alami Ini!
1. Sikat gigi dengan teknik yang benar
Langkah pertama mencegah bau mulut adalah menjaga kebersihan gigi secara rutin. Menyikat gigi membantu mengurangi plak dan sisa makanan.
Menurut Centers for Disease Control dan Prevention, menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluorida membantu menjaga kesehatan mulut. Kebiasaan ini tentu sangat penting selama Ramadhan.
Sikat gigi setelah sahur dan sebelum tidur serta jangan lupa gunakan teknik lembut. Jangan lupa menyikat lidah karena bakteri sering menumpuk di sana.
2. Perbanyak minum air saat berbuka dan sahur
Mulut kering menjadi salah satu penyebab utama bau mulut saat puasa. Air membantu merangsang produksi air liur yang berfungsi membersihkan bakteri.
Cleveland Clinic menyebutkan bahwa air liur berperan penting dalam menjaga keseimbangan bakteri di mulut. Intinya kekurangan cairan dapat memperparah bau mulut.
Anda bisa mengonsumsi buah kaya air seperti semangka dan jeruk saat berbuka. Selain menyegarkan, buah ini membantu menjaga kelembaban mulut.
3. Hindari makanan pemicu bau mulut
Beberapa jenis makanan dapat memicu bau mulut lebih kuat. Terutama makanan dengan aroma tajam.
Menurut National Health Service, bawang putih dan bawang merah dapat menyebabkan bau mulut yang bertahan lama. Kandungan senyawa sulfur pasalnya yang menjadi penyebabnya.
Oleh sebab itu, saat sahur sebaiknya batasi konsumsi jengkol, petai atau makanan terlalu berbumbu tajam. Pilih saja menu yang lebih ringan dan sehat misalnya nasi, telur, sayur bening dan buah. Menu-menu ini lebih ramah untuk kesehatan mulut.
4. Gunakan benang gigi dan obat kumur
Sisa makanan yang terselip di sela gigi pasalnya dapat menjadi sumber bau. Menyikat gigi saja terkadang belum cukup.
American Dental Association merekomendasikan penggunaan dental floss untuk membersihkan sela gigi. Langkah ini bisa membantu mencegah penumpukan plak gigi.
Anda bisa menggunakan benang gigi setelah sahur atau sebelum tidur serta bisa menambahkan obat kumur tanpa alkohol untuk hasil maksimal.
5. Jaga kesehatan pencernaan
Bau mulut tidak selalu berasal dari mulut saja. Masalah pencernaan juga dapat memengaruhi aroma napas.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, gangguan lambung tertentu dapat berkontribusi pada bau mulut. Karena itu pola makan sehat sangat penting.
Jadi, Anda perlu menghindari makan berlebihan saat berbuka lalu pilih makanan bergizi seimbang dan tidak terlalu berminyak. ***