← Beranda
5 Cara Cerdas Cegah Lonjakan Kolesterol saat Lebaran setelah Puasa Ramadhan
Risma Aris MayaMinggu, 8 Maret 2026 | 14.11 WIB
Salah satu cara mencegah lonjakan kolesterol setelah puasa Ramadhan adalah memperbanyak serat (freepik)
JawaPos.com – Setelah satu bulan menjalani puasa Ramadhan,momen Lebaran menjadi waktu yang penuh kebahagiaan. Namun, perayaan ini sering identik dengan hidangan tinggi lemak yang berisiko meningkatkan kadar kolesterol.

Lonjakan kolesterol saat lebaran bukan sekadar mitos. Perubahan pola makan yang mendadak setelah puasa bisa memengaruhi metabolisme tubuh. Menurut American Heart Association, konsumsi lemak jenuh dan lemak trans secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Kondisi ini tentu bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Selain itu, Mayo Clinic menjelaskan bahwa pola makan tinggi lemak dan kurang aktivitas fisik menjadi faktor utama peningkatan kolesterol. Karena itu, sangat penting menjaga pola makan setelah Ramadhan.

Berikut beberapa cara menghindari lonjakan kolesterol saat Lebaran agar tubuh tetap sehat setelah menjalani puasa Ramadhan sebagaimana dilansir dari laman Harvard Edu dan Cleveland Clinic, Minggu (8/3) :

Baca Juga: Diabetes dan Kolesterol Tinggi, Kombinasi Risiko Penyakit Jantung yang masih Mengancam

1.     Kontrol porsi makan hidangan lebaran

Lebaran identik dengan opor ayam, rendang, sambal goreng ati dan kue kering. Semua makanan ini sangat lezat tetapi mengandung tinggi lemak dan kalori.

Menurut Harvard T.H.Chan School of Public Health mengontrol porsi makan membantu mencegah konsumsi lemak jenuh berlebihan. Porsi kecil dapat menekan risiko lonjakan kolesterol.

Anda bisa mengambil makanan secukupnya dan menghindari menambah berkali-kali. Intinya Anda tetap bisa menikmati cita rasa Lebaran tanpa berlebihan.

2.     Pilih sumber protein lebih sehat

Pada dasarnya tidak semua hidangan Lebaran harus dihindari namun Anda bisa memilih sumber protein yang lebih rendah lemak

Cleveland Clinic menyarankan memilih protein tanpa lemak seperti ayam tanpa kulit dan ikan. Pilihan ini membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil.

Anda bisa memilih opor ayam tanpa kulit atau rendang dengan porsi yang kecil. Kalaupun menambah lauk, Anda bisa pilih ikan bakar sebagai alternatif menu yang lebih sehat.

3.     Perbanyak konsumsi serat

Serat memang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Asupan ini sangat penting terutama setelah banyak mengonsumsi makanan berlemak.

Menurut National Institutes of Health, serat larut dapat membantu menurunkan kadar LDL dalam darah. Sebuah penelitian menunjukkan serat berperan dalam mengikat kolesterol di saluran pencernaan.

Saat Lebaran, Anda bisa mengimbangi makanan bersantan dengan sayur seperti lalapan, acar dan sayur rebus. Lebih sehat lagi jika Anda menambahkan buah segar seperti apel atau pepaya.

Menu sehat ini bisa membantu menjaga pencernaan tetap aman dan stabil sehingga kolesterol pun lebih terkontrol meski banyak hidangan khas Lebaran.

4.     Tetap aktif bergerak setelah lebaran

Setelah Ramadhan, rutinitas olahraga sering terhenti karena sibuk silaturahmi. Padahal aktivitas fisik penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Centers for Disease Control dan Prevention menyebutkan bahwa aktivitas fisik teratur bisa membantu meningkatkan kolesterol baik (HDL).HDL ini nantinya bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Jadi, Anda bisa meluangkan waktu untuk berjalan santai setelah makan besar dan juga bisa bersepeda ringan atau melakukan peregangan.

5.     Batasi konsumsi kue manis dan gorengan

Selain makanan bersantan, kue kering dan gorengan juga berisiko meningkatkan kolesterol. Pasalnya kandungan gula dan lemak trans perlu diwaspadai.

Menurut WHO, konsumsi lemak trans dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Karena itu, pembatasan sangat dianjurkan. Intinya Anda masih bisa menikmati kue Lebaran secukupnya sebagai pelengkap bukan makanan utama.***

EDITOR: Setyo Adi Nugroho