← Beranda
5 Bahaya Begadang saat Puasa Ramadhan, dari Penurunan Fokus hingga Risiko Serangan Jantung
Juwanda Olivia SyafitriRabu, 4 Maret 2026 | 21.46 WIB
ILUSTRASI: Bahaya begadang saat puasa Ramadhan demi menjaga kebugaran tubuh dan konsentrasi harian. (freepik)

JawaPos.com - Menjaga kesehatan tubuh saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan menjadi tantangan bagi banyak orang. Perubahan pola aktivitas harian membuat setiap orang perlu lebih cermat mengatur waktu istirahat. Tanpa pengelolaan yang baik, kondisi tubuh dapat menurun dengan cepat.

Risiko begadang berlebihan sering dianggap hal sepele oleh sebagian orang. Padahal kebiasaan itu perlahan melemahkan daya tahan tubuh dan menurunkan produktivitas harian. Dampak tersebut kerap tidak disadari sampai kondisi fisik benar-benar menurun.

Oleh karena itu, selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan, risiko begadang berlebihan perlu dipahami dan dihindari. Kesadaran sejak awal membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil. Berikut lima dampak kesehatan yang perlu diwaspadai.

Baca Juga: Sering Mengalami Hipertensi? Bisa Jadi Akibat Kebiasaan Begadang yang Tidak Sehat, Berikut Cara Memulihkan Kondisi Tubuh Setelah Kurang Tidur

1. Penurunan Durasi dan Kualitas Tidur

Jadwal harian berubah cukup besar saat bulan puasa dimulai. Tubuh harus menyesuaikan diri dengan ritme waktu yang berbeda dari biasanya. Jam biologis pun ikut bergeser secara nyata.

Pola istirahat malam terlihat semakin terganggu. Waktu tidur berkurang cukup banyak setiap hari. Kondisi ini berdampak langsung pada kebugaran tubuh.

Hal tersebut terlihat dari pengamatan pada kelompok atlet. "Paruh kedua puasa dikaitkan dengan penurunan durasi tidur secara objektif," tulis tim peneliti, dilansir dari jurnal Science Direct. Temuan ini memperkuat bukti tentang berkurang durasi istirahat.

Baca Juga: Kenapa Banyak Orang Sulit Belajar di Malam Hari? Fakta Ilmiah tentang Tidur, Memori, dan Risiko Begadang

2. Rasa Kantuk Berlebih Siang Hari

Kurang istirahat malam tentu memengaruhi kondisi siang hari. Tubuh akan berusaha mengganti waktu tidur yang hilang. Waktu untuk terlelap dapat mundur hingga dua setengah jam. 

Kondisi ini memicu rasa lelah yang cukup berat. Tingkat kelelahan harian dapat meningkat tajam. Aktivitas maupun pekerjaan pun menjadi terganggu.

Banyak orang kesulitan menjaga fokus dan kewaspadaan. Temuan medis juga menunjukkan adanya penurunan kualitas istirahat. Rasa kantuk pada siang hari menjadi lebih tinggi dari biasanya.

3. Kemampuan Kognitif dan Fokus Menurun

Energi fisik bukan satu-satunya hal yang ikut terkuras habis. Kemampuan kognitif otak juga merosot dengan sangat cepat. Tingkat konsentrasi seseorang otomatis akan menurun secara drastis.

Mengerjakan tugas sederhana pun akan terasa amat berat. Penurunan fokus ini sangat membahayakan keselamatan dan produktivitas harian. Bahayanya bahkan sering disamakan dengan efek negatif dari alkohol.

Penurunan fungsi otak ini terjadi murni akibat kurang tidur. "Kekurangan tidur semacam ini dapat seburuk mabuk," ungkap dr. Lawrence Epstein yang dilansir dari publikasi Harvard Medical School pada Rabu (23/7/2025). Pernyataan ini menegaskan penting menjaga waktu istirahat.

4. Memicu Gejala Insomnia dan Iritabilitas

Mengurangi waktu tidur secara bertahap dapat menimbulkan masalah kurang tidur. Kondisi ini akan semakin parah jika terjadi setiap hari. Akibatnya, keseimbangan mental sehari-hari bisa terganggu.

Kurang tidur menjadi salah satu penyebab munculnya gejala insomnia. Seseorang dapat menjadi lebih mudah marah dan merasa cemas. Risiko gangguan suasana hati pun semakin meningkat.

Setelah dua malam tidak cukup tidur, tubuh segera memberikan reaksi negatif. Tanda-tanda mudah tersinggung biasanya mulai terlihat dan terasa mengganggu. Performa kerja juga dapat menurun, terutama saat mengerjakan tugas yang cukup rumit.

Baca Juga: Menurut Psikologi, Jam Tidur Ternyata Menentukan Karakter Kita, Orang yang Suka Begadang Biasanya Kurang Bahagia?

5. Risiko Obesitas dan Serangan Jantung

Kurang tidur sebagian dapat berdampak langsung pada berbagai organ penting dalam tubuh. Kinerja tubuh secara keseluruhan berisiko mengalami gangguan serius dalam jangka panjang. Kebiasaan begadang yang terus dilakukan dapat membawa akibat yang sangat berbahaya.

Risiko penyakit kronis pun dapat muncul jika pola tidur tidak terjaga. Berat badan dapat meningkat drastis tanpa disadari akibat kurang istirahat. Gangguan pada sistem peredaran darah juga lebih mudah terjadi dan dapat mengancam kesehatan jantung.

Peringatan dari dunia medis ini menekankan betapa penting menjaga waktu tidur setiap malam. "Kekurangan tidur dapat merusak kesehatan, mulai dari kenaikan berat badan hingga serangan jantung," tegas dr. Lawrence Epstein.

EDITOR: Ilham Safutra