JawaPos.com - Saat merasa stres, gelisah, hingga mental breakdown, apakah kamu refleks memotong rambut untuk memperoleh mood yang baik?
Bagi sebagian orang, salah satu cara mudah untuk mengurangi stres adalah dengan memotong rambut.
Percaya atau tidak percaya, memotong rambut saat stres ternyata ada banyak manfaat tersembunyi yang berdampak pada kesehatan mental dan fisik.
Dikutip dari Life Hacker, seorang psikolog dan pelatih karir di Manhattan, dr. Lauren Appio. Memberikan temuannya mengenai memotong rambut dapat mengurangi stres.
“Saya menemukan bahwa, orang biasanya mempunyai dorongan untuk memotong rambut setelah mereka mengalami situasi stres, positif atau negatif,” jelasnya.
Tidak hanya itu, potongan rambut yang bagus dapat membuat diri terlihat dan merasa lebih baik, serta menambah rasa percaya diri.
Mengutip dari Healthline, menurut Dr. Juli Fraga, seorang psikolog berlisensi dan spesialisasi masalah kesehatan wanita di San Francisco, memberikan pendapatnya.
“Rambut yang jelek, sama halnya seperti pakaian yang jelek, dapat memengaruhi suasana hati (mood) dan cara kita memandang diri sendiri,” ungkapnya.
Merawat penampilan dengan gaya potongan rambut yang lebih baik, dapat membantu cara memandang diri secara positif.
Baca Juga: Gempita Anak Gisel-Gading jadi Sorotan Netizen Usai Potong Rambut
Juga mengurangi tingkat stres pada diri secara keseluruhan. Ketika keadaan diri terlihat baik, maka mood pun juga ikut membaik.
Selain memiliki manfaat bagi mental, memotong rambut secara teratur juga memiliki dampak terhadap fisik.
Dikutip dari laman Hair Cuttery, pemotongan dan penataan rambut secara teratur, dapat membantu mengurangi rasa gatal dan iritasi pada kulit kepala.
Karena, dengan menjaga kebersihan tempat tumbuhnya rambut ini, dapat membantu menjaga kulit kepala tetap bersih dan sehat.
Potongan rambut yang baik juga meningkatkan sirkulasi kulit kepala, dan membantu merangsang pertumbuhan rambut yang lebih sehat.
Sehingga menjadi kunci dari rambut yang berisi, berkilau, dan tidak mudah rusak.