← Beranda
Marak Kasus Bullying di Sekolah, Ini Tips bagi Para Guru untuk Mengatasinya dan Jangan Dianggap Remeh!
Hildaniar NovitasariSelasa, 14 November 2023 | 22.45 WIB
Ilustrasi – seorang anak sekolah mengkampanyekan “stop bullying” (Pexels).

JawaPos.com – Akhir-akhir ini kita telah melihat banyak sekali aksi perundungan atau bullying yang terjadi di lingkungan sekolah, dan hal ini tentunya menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Sekolah yang seharusnya menjadi tempat menyenangkan dan sarana untuk belajar anak-anak, ternyata menjadi tempat yang sangat mengerikan bagi sebagian anak yang menjadi korban bullying.

Dampak dari bullying memang sangat berbahaya untuk kesehatan mental anak, bahkan kita melihat banyak sekali di antara mereka mengalami depresi, trauma bahkan memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Peran guru menjadi sangat penting untuk mengatasi masalah seperti ini, yaitu sebagai mediator atau menjadi pembimbing para siswa dalam berperilaku.

Mengutip dari laman Unicef, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh seorang guru dalam mengatasi masalah bullying ini, di antaranya:

Menanggapi Kejadian dengan Serius

Jika melihat kejadian pembullyan maka segera menanggapi hal tersebut dengan melepaskan atau memisahkan anak-anak dari satu sama lain.

Pastikan agar semua anak tetap aman dan bila perlu minta bantuan kepada guru lainnya.

Jangan menganggap remeh bullying dengan alasan memakluminya karena mereka masih anak-anak.

Justru anak-anak seperti mereka sangat perlu bimbingan orang dewasa dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Membantu Korban untuk Membela Dirinya

Tetap tenang dan yakinkan sang anak bahwa itu bukan salahnya. Kamu juga bisa membantu anak yang di-bullying untuk bisa membela dirinya sendiri, namun ingatkan juga untuk tidak melakukan kekerasan.

Sementara untuk pelaku pembullyan, segeralah minta mereka memperbaiki kesalahannya, misalnya meminta maaf kepada anak yang di-bully, melakukan sesuatu yang baik padanya agar dia merasa lebih baik, memperbaiki atau mengganti sesuatu yang mereka hancurkan atau curi, dan lain sebagainya yang dirasa bisa mendamaikan lagi mereka.

Dengarkan Cerita Versi Mereka

Bicaralah dengan korban bullying atau anak yang terlibat dalam situasi ini secara terpisah, dan hindari untuk menyalahkan, mengkritik, atau meneriaki mereka di depan umum atau di depan wajahnya.

Coba bertanya pula kepada pelaku untuk memahami alasan di balik perilaku bullying mereka, misalnya apakah mereka mereka memiliki masalah di rumah, kurangnya perhatian, memiliki pengalaman bullying atau alasan lain yang membuat mereka melakukan hal itu. Namun, ingat jangan mencoba menghakimi mereka.

Terapkan Konsekuensi Tertentu untuk Membantu Mereka Belajar

Konsekuensi berupa hukuman bisa diberikan kepada pelaku, namun tetap hormati anak sebagai pelaku, serta dapat diterima untuk mengajarkan anak agar berperilaku lebih baik. Pertimbangkan juga peran atau pengaruh teman sebaya.

Biasanya bullying secara berkelompok, dan jika benar bullying dilakukan oleh seorang anak, dengan bantuan atau dukungan dari anak-anak lainnya, maka mereka semua juga harus menanggung konsekuensinya bersama, terutama agar mengetahui dampak perbuatan mereka kepada anak yang dibully.

Bicarakan dengan Orang Tua Mereka

Baca Juga: Artis Catherine Wilson Batal Cerai dengan Politisi Idham Mase, Ternyata Ini Alasannya

Beri tahu perkembangan siswa kepada orang tua mereka selama masa sekolah. Buat kesepakatan atau rencana untuk konsekuensi yang didapat kepada pelaku pembullyan, supaya anak tersebut nantinya bisa belajar dan mengerti dampak buruknya perilaku bullying.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan para guru untuk melawan bullying di antaranya adalah meningkatkan kesadaran anak-anak untuk bisa memisahkan perilaku yang baik dan buruk, bisa juga dengan cara menekankan anak-anak untuk mencapai prestasi bersama di sekolah.

Minta mereka untuk berpartisipasi dalam acara sekolah, bergabung dalam ekskul, perjalanan study tour, pelajaran olahraga, kegiatan pentas seni, atau kegiatan apapun yang bisa menarik anak-anak untuk terus berperilaku baik.

EDITOR: Hanny Suwindari