JawaPos.com - Indonesia sudah memiliki beberapa jenis alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan Prancis. Namun, TNI AU belum punya pesawat tanker seperti Airbus A330 MRTT atau Multi Role Tanker Transport. Untuk memenuhi kebutuhan, Angkatan Udara butuh 3 unit pesawat tanker.
Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi menyampaikan bahwa kebutuhan TNI AU terhadap pesawat tanker seperti Airbus A330 MRTT sudah masuk dalam rencana strategis (renstra) Angkatan Udara Indonesia.
”Sesuai dengan renstra kita, memang kita akan memiliki (pesawat) MRTT,” ucap Tedi kepada awak media di Terminal Selatan Lanud TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (Jaktim), pada Rabu (23/9).
Dalam Air Maneuver Exercise (AMX) PEGASE Tahun Anggaran 2026, Angkatan Udara Prancis atau French Air and Space Force (FASF) turut membawa pesawat tanker Airbus A330 MRTT. Tedi turut melihat, masuk, dan sempat mendapatkan penjelasan terkait pesawat tersebut.
Baca Juga: Viral Babinsa Debat dengan Satpol PP Saat Razia, Dandim Samarinda Minta Maaf
Bukan hanya berfungsi sebagai pesawat tanker yang bisa diandalkan untuk melakukan pengisian bahan bakar pesawat lain di udara, pesawat tersebut juga bisa diandalkan sebagai pusat kendali operasi atau puskodal. Pada misi PEGASE tahun ini, mission commander turut langsung dalam pesawat itu.
”Sudah ditunjukkan betapa sangat powerfull, dengan MRTT dimana mission commander bisa on board, kemudian juga bisa komunikasi dengan seluruh member, baik itu (pesawat) tempur, Rafale, dengan (pesawat) angkut, termasuk dengan negara asal,” bebernya.
Tedi pun menyatakan bahwa komunikasi itu bisa dilakukan secara real time karena pesawat tanker itu sudah dilengkapi dengan alat komunikasi berbasis satelit. Karena itu, pesawat bisa tetap terhubung dengan pusat komando di negara asal meski melaksanakan misi yang sangat jauh.
”Ke depan kami berharap tentunya (pemerintah) segera akan mengakuisisi MRTT seperti itu,” imbuhnya.
Kebutuhan 3 unit pesawat tanker MRTT, lanjut Tedi, disesuaikan dengan luas wilayah udara Indonesia. Menurut dia, dengan luas wilayah udara Indonesia yang membentang dari ujung barat sampai timur dan ujung selatan sampai utara, minimal butuh 3 pesawat tanker seperti Airbus A330 MRTT.