← Beranda
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Ganti Nama Pekan Depan, Jadi KRI Sriwijaya-100
Syahrul YunizarJumat, 18 September 2026 | 20.47 WIB
Penampakan Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kapal Induk Giuseppe Garibaldi akan resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya-100.

Pergantian nama yang dijadwalkan pada Kamis pekan depan (24/9) itu bakal disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa perubahan nama dilakukan seiring dengan serah terima kapal induk dari Pemerintah Italia kepada Pemerintah Indonesia.

”Kapal ini masih merupakan kapal Angkatan Laut Italia saat ini, dan nantinya kemungkinan akan diserahkan dan menjadi kapal TNI Angkatan Laut atau menjadi Kapal Republik Indonesia atau KRI pada tanggal 24 (September),” kata dia kepada awak media pada Jumat (18/9).

Baca Juga: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Jakarta, Merapat di Tanjung Priok

Seremoni pergantian nama tersebut akan ditandai dengan pergantian bendera dari Italia dari ke Indonesia.

Sempat dikabarkan bakal diberi nama KRI Gadjah Mada atau KRI Panglima Soedirman, nama yang dipilih adalah KRI Sriwijaya-100.

”Nantinya kapal ini akan menjadi namanya menjadi KRI Sriwijaya,” ucap orang nomor satu di TNI AL tersebut.

Dalam pelayaran dari Italia, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi melewati Laut Merah dengan pengawalan 2 kapal fregat Italia sampai mendekati Colombo di Sri Lanka. Di Colombo, kapal tersebut mengisi ulang bahan bakar.

”Kemudian melewati Selat Malaka, dikawal oleh KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi setelah lepas dari Selat Malaka menuju Jakarta,” imbuhnya.

Baca Juga: 25 Hari Berlayar, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok Jakarta

Ali bersyukur, pelayaran tersebut berlangsung aman dan lancar sesuai rencana. Tidak ada kendala operasional maupun teknis yang mengganggu pelayaran tersebut.

Usai bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menginspeksi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi.

Umur Pakai Bisa Sampai 20 Tahun Lagi

Usai pengecekan itu, KSAL Laksamana Muhammad Ali yang mendampingi Sjafrie menyatakan bahwa kapal induk tersebut dalam kondisi baik dan siap operasi hingga 15-20 tahun ke depan.

”Kondisinya masih sangat baik sekali ya, dan mudah-mudahan nanti akan bisa bertahan digunakan oleh Angkatan Laut, oleh TNI Angkatan Laut, mungkin 15 sampai 20 tahun lagi,” kat Ali kepada awak media.

Ali mengungkapkan bahwa Menhan Sjafrie memeriksa dan mendapatkan penjelasan mengenai kapal induk tersebut secara komprehensif.

Baca Juga: KSAL Pastikan Kapal Induk Garibaldi Bisa Beroperasi 15 Hingga 20 Tahun Lagi

Mulai ruangan demi ruangan sampai berbagai fungsi pada alat utama sistem persenjataan (alutsista) tersebut.

”Diperlihatkan bagaimana ruangan-ruangan kapal ini dan peralatannya, masih berfungsi dengan baik,” kata dia.

Menurut Ali, tanpa retrofit sekali pun, kapal induk tersebut sudah siap berlayar dan beroperasi.

Meski demikian, retrofit tetap dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan operasi TNI AL.

”Kebutuhannya Angkatan Laut Italia beda, kebutuhan kita beda. Jadi, kita sesuaikan dengan kepentingan Angkatan Laut kita di Indonesia, dengan situasi di laut tropis, kita sesuaikan apa yang perlu ditambahkan apa yang tidak perlu,” ucap dia.

Baca Juga: Si Jali-Jali Menyambut Kedatangan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Tanjung Priok

EDITOR: Bayu Putra