JawaPos.com - Pelayaran panjang Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia menuju Indonesia bakal tuntas besok (18/9).
TNI AL menyambut kedatang kapal tersebut di perairan Indonesia dengan mengerahkan 2 KRI dan 2 pesawat udara (pesud).
Rinciannya KRI Brawijaya-320, KRI Prabu Siliwangi-321, CN-235, dan NC-212. Seluruh alat utama sistem persenjataan (alutsista) tersebut bergerak bersama mengawal kapal induk pertama Indonesia tersebut.
”Kedatangan kapal induk perdana ini dikawal langsung oleh 2 Fregat kelas Brawijaya yaitu KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 saat memasuki Perairan ALKI I Kamis (17/9),” ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul.
Besok, kapal induk tersebut tiba di Jakarta dan akan bersandar langsung di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin bersama panglima TNI, kapolri, dan para kepala staf dijadwalkan hadir secara langsung.
”Kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi ke Tanah Air menjadi bagian penting dalam perjalanan penguatan kemampuan TNI AL dalam memperkuat Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan seperti yang telah menjadi prioritas,” beber Tunggul.
Sesuai dengan keterangan Presiden Prabowo Subianto, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan bahwa kapal induk yang rencananya diberi nama KRI
Gadjah Mada atau KRI Sriwijaya itu akan digunakan untuk pangkalan helikopter dan drone. Termasuk dalam operasi penanggulangan karhutla.
”Untuk Karhutla, helikopter yang bisa dibawa lebih dari 10. Itu nanti rencananya tidak hanya helikopter Angkatan Laut saja, jadi helikopter Angkatan Darat, helikopter Angkatan Udara juga bisa menggunakan kapal induk ini sebagai platform pangkalan yang berjalan, yang bergerak di atas laut,” jelasnya.
Orang nomor satu di TNI AL itu menyebut, pilot-pilot helikopter TNI AU dan TNI AD juga sudah melakukan latihan dan simulasi mendarat di atas deck kapal perang TNI AL.
Ali yakin, jika pilot-pilot itu sudah bisa mendarat di atas kapal Landing Platform Deck (LPD), mereka akan lebih mudah mendarat di atas kapal induk.
”Latihannya di kapal LPD yang lebih kecil dari kapal induk. Kalau itu sudah bisa, pasti di kapal induk akan lebih mudah,” imbuhnya.
Khusus untuk penanggulangan karhutla, Ali menyatakan bahwa pangkalan di atas kapal induk akan lebih efektif. Sebab, helikopter yang digunakan bisa langsung mengambil air untuk water bombing dan melakukan isi ulang bahan bakar di satu titik yang sama.
Baca Juga: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Sudah Masuk Perairan Indonesia, Besok Tiba di Jakarta
”Kemudian pembagian logistik bencana juga akan lebih mudah. Dari satu titik, helikopter bisa kembali lagi ke kapal induk, di situ sudah tersedia bahan bakar avtur yang diperlukan oleh heli,” beber dia. (*)