← Beranda
Kontak Tembak di Yahukimo, Satgas Operasi Damai Cartenz Pastikan 3 KKB Tewas
Syahrul YunizarSabtu, 18 Juli 2026 | 19.43 WIB
Petugas kepolisian dari Satgas Operasi Damai Cartenz mengamankan barang bukti dalam penindakan terhadap 3 anggota KKB di Yahukimo. (Polri)

 

JawaPos.com - Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz melaporkan kontak tembak di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (17/7). Pasca kontak tembak tersebut, 3 anggota Kelompok Kriminal Bersenjata dipastikan tewas. 

Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menyampaikan bahwa dari tangan ketiga anggota KKB tersebut, polisi mengamankan 3 pucuk senjata api. Menurut dia, kelompok bersenjata itu bergerak di bawah Kodam XVI Yahukimo Batalton Yamue yang dipimpin oleh Ronal Heluka. 

Lokasi kontak tembak berada dalam kawasan KM 4 Logpon, Distrik Dekai. Kontak tembak terjadi sekitar pukul 05.45 WIT. Kontak tembak terjadi karena KKB melakukan perlawanan. Sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur untuk memastikan keselamatan masyarakat. 

”Dari operasi tersebut, 3 anggota KKB dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan hasil identifikasi, ketiganya adalah Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage, yang merupakan bagian dari KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue,” terang Kombes Yusuf pada Sabtu (18/7). 

Menurut Yusuf, penindakan terhadap KKB tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil penyelidikan dan informasi intelijen mengenai keberadaan kelompok bersenjata yang dipimpin seorang buronan atau DPO atas nama  Ronal Heluka. Polisi mendapat informasi yang menyebut kelompok itu \menggunakan sebuah rumah untuk persinggahan di kawasan Logpon. 

Baca Juga: BGN Punya Tunggakan Rp 1,6 Triliun pada Tahun Anggaran 2025, Ini Rinciannya

”Setelah seluruh informasi diverifikasi dan dianalisis, tim gabungan melaksanakan operasi untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan bersenjata yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat,” terang dia. 

Dalam catatan kepolisian, kelompok itu diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di Papua sejak 2022. Baik aksi kekerasan yang menyasar petugas keamanan maupun masyarakat sipil. Sejumlah peristiwa yang diduga melibatkan kelompok tersebut antara lain:

1. Pembunuhan personel Kodim 1715/Yahukimo, Almarhum Pratu Eka Yohan Kaize, pada 3 Desember 2022;
2. Penembakan mobil patroli Satgas Operasi Damai Cartenz di KM 6 Dekai pada 26 Mei 2023;
3. Pembakaran kendaraan dinas Satbinmas Polres Yahukimo pada 28 Januari 2025;
4. Penganiayaan berat terhadap Ujang Supriayatna pada 17 Juni 2025;
5. Pembunuhan Almarhum Indra Guru Wardana disertai pembakaran rumah di Kampung Ulakin, Kabupaten Asmat, pada 19 September 2025;
6. Penganiayaan berat terhadap Suwono pada 12 Februari 2026;
7. Pembunuhan tujuh penambang di Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada 19 Mei 2026;
8. Kontak tembak dengan personel TNI yang disertai pembakaran bangunan di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, pada 4 Juni 2026.

Rangkaian aksi berwujud pelanggaran pidana tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan dan pengembangan yang dilakukan petugas kepolisian. Aksi-aksi itu juga menjadi dasar pelaksanaan operasi penegakan hukum terhadap kelompok tersebut.

Yusuf menyampaikan bahwa dari lokasi kontak tembak, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang terdiri atas 3 pucuk senjata api, 43 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, 2 kapak, 2 senjata tajam berupa pisau panjang, 1 unit handy talky (HT) Icom, 1 buah peredam senjata, 7 unit telepon genggam berbagai merek, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Baca Juga: Kisah Anak SD Asal Boyolali yang Dapat Penghargaan NASA: Manfaatkan AI, Belajar Coding Sejak Kelas 3 SD secara Mandiri

”Seluruh barang bukti tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap jaringan kelompok bersenjata ini secara menyeluruh,” ujarnya.

Terhadap ketiga jenazah anggota KKB yang tewas dalam kontak tembak dengan petugas kepolisian, dia memastikan telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Dekai. Sementara itu, seluruh barang bukti telah diamankan di Satreskrim Polres Yahukimo untuk kepentingan penyidikan.

Selain mengamankan barang bukti, polisi juga mengamankan 4 orang berinisial OH, SM, MM, dan LM guna dimintai keterangan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami peran dan keterkaitan mereka dengan kelompok bersenjata yang menjadi sasaran operasi.

”Kami menegaskan bahwa penegakan hukum ini ditujukan kepada pelaku tindak pidana bersenjata yang mengancam keselamatan masyarakat dan petugas, bukan kepada masyarakat sipil. Seluruh tindakan dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” imbuhnya.

EDITOR: Sabik Aji Taufan