← Beranda
Resmi Sandang Bintang 2, Panglima TNI Tugaskan Laksma Donny Suharto Fokus Urus Misi Kemanusiaan
Syahrul YunizarJumat, 10 Juli 2026 | 14.54 WIB
Inspektur Jenderal TNI Laksamana Madya TNI Hersan memberikan ucapan selamat kepada Laksda TNI Donny Suharto atas kenaikan pangkat pada Kamis (9/7). (Puspen TNI)

 

JawaPos.com - Di antara ratusan perwira tinggi (pati) TNI yang mendapat kenaikan pangkat pada Kamis (9/7), ada nama Laksamana Muda TNI Donny Suharto. Salah satu lulusan terbaik Akademi Angkatan Laut (AAL) 1996 tersebut kini mendapat penugasan dari Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto untuk fokus mengurus misi kemanusiaan.

Dari jabatan Kepala Pusat Kerja Sama Internasional (Puskersin) TNI, kini Donny menduduki posisi pati staf ahli tingkat III bidang bantuan kemanusiaan panglima TNI. Jabatan tersebut sekaligus menjadi promosi bagi Donny yang sebelumnya berpangkat laksamana pertama. Kenaikan pangkat tersebut dikukuhkan melalui Laporan Korps Kenaikan Pangkat Pati TNI di Mabes TNI, Jakarta Timur (Jaktim).

Dalam acara yang dipimpin oleh Inspektur Jenderal TNI Laksamana Madya TNI Hersan tersebut, total ada sebanyak 105 pati dari 3 matra TNI yang mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. Dengan pangkat dan jabatan baru, Donny resmi menapakan kaki pada medan penugasan baru. Dari ranah diplomasi militer menuju ruang strategis yang berfokus pada misi kemanusiaan TNI.

”Dengan segala kerendahan hati, kami mohon doa dan restu agar senantiasa dapat menjalankan tugas dengan amanah dan menjadi berkah bagi sesama,” kata dia dikutip pada Jumat (10/7).

Baca Juga: Tengah Malam Polisi Geledah Ruko 3 Lantai di Cipete, Polda Metro Jaya Ungkap Tujuannya

Penugasan baru dijalani oleh Donny dengan landasan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/486/III/2026 tertanggal 31 Maret 2026. Sebelum resmi menjadi pati bintang dua TNI AL, dia sudah lebih dulu melakukan serah terima jabatan kepala Puskersin TNI pada Kamis, 21 Mei 2026. Dalam acara yang dipimpin Jenderal Agus itu, jabatan lamanya diserahkan kepada Kolonel Infanteri Perry Sandhi Sitompul.

Berdasar data riwayat penugasan, Donny lebih kurang 2 tahun mengemban tugas sebagai kepala Puskersin TNI. Amanah itu dia laksanakan dengan baik. Sehingga dalam pemindahan tugas kali ini, dia langsung mendapatkan promosi dari pati bintang satu menjadi pati bintang dua. Ruang penugasannya juga menjadi semakin luas.

Dalam dinamika pembinaan karier militer, capaian yang diraih oleh Donny merupakan lompatan karier yang cukup langka. Itu sekaligus menegaskan tingkat kepercayaan yang tinggi dari pimpinan dan institusi TNI. Dengan penugasan sebagai staf ahli tingkat III bidang bantuan kemanusiaan panglima TNI, lulusan Warfare and Strategy Course tahun 2022 itu bakal punya tugas yang spesifik.

Apalagi bila melihat cara kerja Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan diplomasi militer sebagai salah satu instrumen penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global. Dalam konteks tersebut, pengalaman Donny di bidang kerja sama internasional menjadi modal penting untuk mendukung peran TNI yang semakin adaptif dan multidimensional.

Saat bertugas sebagai kepala Puskersin TNI, Donny berada pada simpul utama hubungan militer Indonesia dengan dunia internasional. Puskersin TNI berperan membangun komunikasi, koordinasi, dan kerja sama dengan angkatan bersenjata negara sahabat maupun berbagai mitra internasional. Dalam konteks pertahanan modern, fungsi tersebut tidak lagi berada di pinggiran kebijakan pertahanan.

Dalam perjalanan karirnya, Donny pernah menempati beberapa posisi strategis seperti Komandan Pusat Latihan Operasi Laut Kodiklat TNI AL, Wakil Komandan Lantamal X/Jayapura, serta Paban II/Orstra Sops TNI. Rekam jejak itu menunjukkan perpaduan pengalaman operasi, pembinaan latihan, perencanaan strategis, hingga kerja sama internasional.

Baca Juga: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Diduga Terlibat Pemerasan Perangkat Daerah

Kombinasi pengalaman itu pula menjadikan Donny relevan dengan kebutuhan TNI saat ini. Di tengah lingkungan strategis yang terus berubah, TNI tidak hanya memerlukan pemimpin yang memahami operasi dan komando. TNI juga membutuhkan figur yang mampu membaca dinamika internasional, membangun komunikasi lintas negara, serta mengelola kerja sama strategis secara efektif.

Jabatan baru Donny berkelindan dengan pengalaman yang telah dia bangun selama ini. Apalagi saat ini bantuan kemanusiaan kini tidak lagi dipandang sekadar aspek teknis belaka, melainkan turut menjadi bagian penting dari peran strategis TNI dalam pelaksanaan tugas operasi militer selain perang atau OMSP yang kerap dijalani.

Mulai dari penanggulangan bencana, evakuasi warga negara, misi perdamaian, hingga respons terhadap berbagai krisis kemanusiaan di tingkat regional maupun global. Banyak operasi kemanusiaan saat ini membutuhkan koordinasi lintas negara dengan negara sahabat, organisasi internasional, maupun mitra militer. Karena itu pengalaman Donny saat memimpin Puskersin TNI sangat dibutuhkan.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan