JawaPos.com - PT Pindad mengembangkan Senjata Pelumpuh Senyap Seri 1 atau SPS-1 Anti Drone. Senapan antidrone buatan dalam negeri itu seratus persen dirancang dan dibuat oleh tangan-tangan terampil anak bangsa. Pindad sebagai produsen menyatakan bahwa senjata antidrone tersebut cocok untuk dipakai oleh TNI dan Polri.
Informasi itu disampaikan oleh Pindad melalui keterangan resmi yang mereka siarkan kepada awak media. "Ke depannya produk ini diharapkan dapat digunakan TNI dan Polri dalam mendukung pertahanan dan keamanan nasional, khususnya dari gangguan dan ancaman drone ilegal,” tulis Pindad dalam keterangan resmi tersebut.
SPS-1 Anti Drone sudah dikenalkan oleh Pindad dalam hajat akbar, peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia di Ibu Kota Negara (IKN), bulan lalu. Senjata anti drone itu digunakan oleh TNI untuk mendukung tugas pengamanan VVIP. Yakni pengamanan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Presiden Terpilih Prabowo Subianto, dan tamu-tamu negara lainnya.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad Sigit P. Santosa menyampaikan bahwa SPS-1 Pindad diperkenalkan sebagai upaya kontribusi industri pertahanan dalam negeri terhadap pertahanan negara. Senjata antidrone itu menegaskan bahwa perusahaan dalam negeri yang bergerak di bidang industri pertahanan tidak pernah lelah berinovasi.
Sigit menyatakan bahwa senjata anti drone buatan Pindad merupakan yang pertama di dunia dalam urusan integrasi senjata soft kill (antidrone) dan hard kill (senjata api).
”Seratus persen hasil pengembangan dalam negeri yang mengoptimalkan TKDN,” ungkap dia. Pindad percaya inovasi yang mereka lakukan merupakan bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan kemandirian alat utama sistem persenjataan.