← Beranda
Operasional Haji 2026 Resmi Berakhir, Menhaj RI Ungkap 376 Jemaah Wafat di Tanah Suci
Novia HerawatiKamis, 2 Juli 2026 | 03.46 WIB
Menhaj RI, Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan selama operasional haji 2026, jemaah yang wafat di tanah suci mencapai 376 orang. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Operasional Haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi berakhir pada Rabu (1/7). Selama penyelenggaraan, sebanyak 376 jemaah dan satu petugas haji dilaporkan wafat di Arab Saudi.

Hal itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI), Mochamad Irfan Yusuf saat menghadiri seremoni penutupan Debarkasi Surabaya 2026 di Asrama Haji Sukolilo.

"Tercatat 376 jemaah dan 1 petugas haji wafat di Arab Saudi. Ini merupakan angka yang menurut kami cukup besar. Walaupun masih jauh lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujar Irfan.

Mewakili jajaran Kemenhaj, ia menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga jemaah haji yang wafat di Tanah Suci. Ia berharap seluruh amal ibadah mereka diterima Allah SWT dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

Irfan juga memastikan keluarga jemaah yang meninggal akan memperoleh santunan asuransi jiwa. Nilai pertanggungannya sebesar BPIH dan akan ditransfer langsung ke rekening ahli waris melalui perusahaan asuransi masing-masing.

Baca Juga: Pekerja Dirantai di Senen, Pengacara Ungkap Oknum Tawarkan Rp 1 Miliar untuk Tutup Mulut

"Insyaallah (jemaah yang wafat) Husnul Khatimah. Untuk nilai pertanggungan sebesar BPIH ini akan langsung dikirimkan oleh perusahaan asuransi masing-masing ke rekening keluarga jemaah," imbuhnya.

Selain menyampaikan data jemaah yang wafat, Menhaj RI juga mengungkapkan masih ada puluhan jemaah Indonesia yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.

Hingga operasional haji berakhir, tercatat sebanyak 60 jemaah masih dirawat. Rinciannya, 7 orang berada di Jeddah, 31 jemaah di Madinah, dan 22 lainnya wafat saat menjalani perawatan di Makkah.

"Kami akan selalu berkomunikasi dengan pihak keluarga jemaah. Kami masih meninggalkan beberapa tim untuk terus memantau perkembangan kesehatan mereka di sana," pungkas Menhaj Irfan. (*)

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan