← Beranda
Ka’bah Berganti Kiswah, Sambut Tahun Baru Hijriah
Bayu PutraSelasa, 16 Juni 2026 | 22.33 WIB
Jamaah di Masjidil Haram mengabadikan momen pergantian kiswah Ka'bah menggunakan ponsel masing-masing di malam tahun baru hijriah, Senin (15/6) jelang tengah malam waktu Arab Saudi. (Media Center Haji 2026)

JawaPos.com – Upacara pergantian kiswah atau kain penutup Ka’bah berlangsung pada Senin (15/6) malam di tengah padatnya jamaah di Masjidil Haram.

Pergantian kiswah Ka’bah itu dilakukan tepat saat malam tahun baru Islam, 1 Muharam 1448 Hijriah.

Semua mata jamaah di Masjidil Haram pun tertuju pada momen langka tersebut, termasuk Dwi Vera Anggreani, jamaah haji Indonesia asal kloter BPN 15.

Ia berupaya mempertahankan posisinya di tepi pembatas yang dipasang di lantai 2 Masjidil Haram sisi Fahad Gate.

Baca Juga: Hari Ini Pemulangan terakhir Jamaah Haji Indonesia via Jeddah, Besok Jamaah Mulai Pulang via Madinah

Mahasiswi beriusia 20 tahun itu tak ingin ketinggalan momen langka yang mungkin hanya terjadi sekali seumur hidupnya: Menyaksikan secara langsung pergantian kiswah Ka’bah.

Berulang kali askar mencoba mengusir, namun ia bergeming. Hingga akhirnya, jelang tengah malam momen itu ia saksikan sendiri.

“Senang sekali, nggak nyangka banget bisa melihat pergantian kiswah secara langsung,” ujarnya.

Prosesi pergantian kiswah Ka’bah sudah dimulai sejak sore, sekitar pukul 16.00. Diawali dengan pemasangan pembatas pada area sekitar Ka’bah.

Kemudian, tangga hidrolik masuk dan para pekerja naik ke atap Ka’bah menggunakan tangga tersebut.

Baca Juga: Sharfina Diah Nuratika, Penyandang Disabilitas Autis Naik Haji: Dari Tawaf hingga Lontar Jumrah Mandiri

Mereka secara bertahap melepas jahitan yang merekatkan keempat lembar kiswah di empat sisi Ka’bah. Lalu mempersiapkannya untuk diluncurkan ke bawah.

Sekitar pukul 21.00, askar mulai mereduksi jamaah yang berada di area mataf atau peelataran dalam untuk memberi ruang pada prosesi pergantian kiswah.

Ratusan askar lainnya mulai memasuki mataf dan membentuk barikade di luar pembatas yang telah dipasang.

Disusul para staf Masjidil Haram yang bertugas untuk mengaitkan kain kiswah baru pada tali yang akan ditarik oleh para pekerja dari atap Ka’bah.

Sekitar pukul 23.15, kiswah baru mulai ditarik ke atas. Dimulai dari sisi pintu Ka’bah yang menghadap ke Timur Laut atau Iraq.

Baca Juga: 4 Panduan Mencari Badal Haji yang Amanah, Jangan sampai Jadi Korban Penipuan

Dilanjutkan dengan penarikan kain kiswah di sisi Tenggara, kemudian, Barat Daya, dan diakhiri dengan penarikan kain kiswah di sisi Barat Laut atau Hijir Ismail.

Penarikan keempat kain kiswah senilai SAR 25 juta atau sekitar USD 6,5 juta itu selesai tepat saat tengah malam.

Setelah setiap lembar kain baru selesai ditarik ke atas, kain lama perlahan diluncurkan ke bawah. Kemudian, staf Masjidil Haram menggulung kain lawas berusia setahun itu untuk dibawa lagi dengan truk yang sama.

Keempat lembar kain kiswah baru kemudian dijahit agar terhubung satu sama lain. Seluruh prosesnya selesai menjelang subuh.

Meski demikian, pagar pembatas tidak langsung dilepas. Hingga berita ini ditulis, pagar pembatas masih terpasang rapi di sekitar Ka’bah.

Baca Juga: Belasan KBIHU Terlibat Penipuan Badal Haji dan Pembayaran Dam Tak Resmi

Hal itu membuat para jamaah yang sedang melaksanakan tawaf di mataf untuk sementara waktu tidak bisa menyentuh Ka’bah.

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah PPIH 2026 Daerah Kerja Makkah Erti Herlina menjelaskan, tradisi pergantian kiswah Ka’bah setiap tahun baru hijriah dimulai pada 2022.

Sebelumnya, pergantian kiswah selalu dilakukan pada 9 Zulhijjah, saat seluruh jamaah haji berada di Arafah, sehingga Masjidil Haram dalam kondisi sepi jamaah.

“Raja Salman memutuskan untuk mengganti dari 9 Zulhijjah menjadi 1 Muharam itu di tahun 2022 atau 1444 Hijriah,” jelasnya.

Dwi Vera, jamaah kloter BPN 15 mengaku bersyukur bisa melihat langsung prosesi pergantian kiswah Ka’bah.

Baca Juga: Belasan KBIHU Terlibat Penipuan Badal Haji dan Pembayaran Dam Tak Resmi

Menjadi bagian jamaah haji gelombang 2 m3mbuat ia berkesempatan merayakan tahun baru hijriah di Masjidil Haram, sekaligus melihat prosesi pergantian kiswah.

“Saya datang dari sore. Tadi sempat dikejar (diusir) askar juga,” ujarnya. Momen itu semakin Istimewa karena terjadi saat ia menunaikan haji untuk kali pertama.

“Tahun lalu lihat di TV, sekarang Masyaallah banget lihat secara langsung. Nggak nyangka banget bisa lihat secara langsung,” imbuhnya.

 

 

 

EDITOR: Bayu Putra