← Beranda
Jamaah Haji Indonesia Jalani Tawaf Wada, Sudah 72 Ribu yang Kembali ke Tanah Air 
Bayu PutraJumat, 12 Juni 2026 | 22.35 WIB
Personel PPIH Arab Saudi mendorong kursi roda jamaah haji lansia asal kloter BPN 07 yang menjalani tawaf Wada atau tawaf perpisahan di Masjidil Haram, Kamis (11/6/2026). (Media Center Haji 2026)

JawaPos.com - Senyum Helena mengembang saat kembali melihat bangunan megah Masjidil Haram di hadapannya.

Bersama 11 jamaah haji lansia dan berkebutuhan khusus asal Kloter BPN 07 lainnya, ia menjalani tawaf wada atau tawaf perpisahan di lantai 3 Masjidil Haram, Kamis (11/6) malam waktu Arab Saudi.

Mereka menjalani tawaf menggunakan kursi roda yang didorong oleh personel Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Karena keterbatasannya, para jamaah ini cukup jarang beribadah di Masjidil Haram selama musim haji.

Baca Juga: Sharfina Diah Nuratika, Penyandang Disabilitas Autis Naik Haji: Dari Tawaf hingga Lontar Jumrah Mandiri

Rata-rata kehadiran mereka di Masjidil Haram di bawah lima kali, meski tinggal kurang lebih selama 30 hari di Makkah.

Padahal, mereka dijadwalkan kembali ke tanah air melalui Bandara King Abdulaziz Jeddah pada Senin (15/6) mendatang, atau sehari sebelum penerbangan terakhir dari Jeddah.

Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi 2026 Ihsan Faisal menjelaskan, setelah pemulangan jamaah haji gelombang 1 berakhir pada Selasa (16/6), pihaknya fokus pada pergeseran akhir jamaah haji Indonesia ke Madinah.

Bila tidak ada perubahan, pergeseran jamaah kloter terakhir ke Madinah akan dilakukan pada 20 Juni mendatang.

"Pemberangkatan ke Madinah dimulai dari pagi hari sampai kurang lebih pukul 18.00 sore. Jadi tidak ada perjalanan malam," terangnya.

Baca Juga: 4 Panduan Mencari Badal Haji yang Amanah, Jangan sampai Jadi Korban Penipuan

Setelah 16 Juni, pemulangan jamaah haji Indonesia akan dilaksanakan melalui bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz Madinah hingga awal Juli mendatang.

Hingga Kamis (11/6) malam, tercatat ada 72.867 jamaah haji Indonesia yang telah tiba di tanah air. Atau sekitar 35 persen dari total jamaah.

Mereka masuk melalui debarkasi masing-masing. Di asrama haji, mereka mendapatkan masing-masing satu galon berisi 5 liter air zamzam.

Meski sempat ada beberapa kasus keterlambatan penerbangan, namun secara umum tidak didapati kendala signifikan dalam proses pemulangan jamaah haji.

Ihsan kembali mengingatkan jamaah haji, terutama gelombang 2, untuk tetap menjaga kesehatan selama di Madinah.

Baca Juga: Belasan KBIHU Terlibat Penipuan Badal Haji dan Pembayaran Dam Tak Resmi

Meski aktivitas di Madinah relatif lebih santai dibandingkan Makkah, namun sejumlah aturan yang telah diberlakukan tetap harus dipatuhi.

Misalnya, larangan untuk bepergian sendiri. 
"Ketika nanti akan keluar dari hotelnya harus selalu bersama dengan teman yang lainnya, dengan regunya," jelas Ihsan.

Hotel-hotel jamaah haji Indonesia di Madinah jaraknya cukup dekat dengan Masjid Nabawi.

Dengan jarak puluhan hingga ratusan meter dari Masjid Nabi, jamaah haji akan lebih mudah mengakses masjid Nabawi.

Bahkan, ada beberapa hotel jamaah haji yang tergolong bintang lima, dan jaraknya hanya sepelemparan batu dari Masjid Nabawi.

Baca Juga: Fiqih Haji: Shalat Arbain Bukan Bagian dari Ibadah Haji, Hukumnya Sunnah

Helena baru saja menuntaskan putaran ketujuh tawaf wada. Meski kepulangannya masih beberapa hari lagi, ia tetap harus berpisah dari Ka'bah.

Dengan keterbatasannya, ia berpotensi kesulitan untuk mengerjakan ibadah secara mandiri di Masjidil Haram.

"Banyak-banyak terima kasih ya nak," ucap nenek 80 tahun itu kepada petugas PPIH yang mendorong kursi rodanya.

Helena yang juga memiliki nama Djamilah usai menjadi mualaf beberapa puluh tahun silam itu mengaku baru tiga kali mengunjungi Masjidil Haram.

Kini, ia bisa kembali ke tanah air dengan tenang. Diiringi doa dari petugas haji agar ia berumur panjang dan bisa kembali lagi ke tanah suci. 

Baca Juga: Musyrif Diny Dorong Masa Tinggal Jamaah Haji Dikurangi, Arbain Bersifat Opsional

EDITOR: Bayu Putra