← Beranda
Otoritas Saudi Pertimbangkan Opsi Tanazul 50 Persen di Musim Haji 2027 untuk Indonesia
Bayu PutraJumat, 5 Juni 2026 | 18.07 WIB
Jamaah Haji Indonesia berdoa usai melontar jumrah Aqabah. Otoritas Saudi pertimbangkan opsi tanazul separuh jamaah haji Indonesia pada musim haji 2027. (Bayu Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com – Pertemuan antara Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Fatttah Al-Mashat dan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak di Kantor Urusan Haji Indonesia Daker Makkah, Kamis (4/6) membahas sejumlah hal.

Salah satunya terkait evaluasi manajemen massa di Arafah, Muzdalifah, dan Mina selama penyelenggaraan haji 2026.

Secara khusus, Fattah menyoroti keterbatasan kapasitas tenda di area Mina dan berkomitmen mencarikan solusi.

Salah satu opsi yang muncul dalam pembicaraan itu adalah tanazul, yankni menginapkan jamaah haji di hotel-hotel sekitar Jamarat, mengingat padatnya jamaah di Mina. 

Baca Juga: Wamenhaj Saudi Kunjungi Daker Makkah, Ajak Indonesia Persiapkan Haji 2027 Bersama

“Itu kalau (jamaah haji) bisa ditanazulkan 50 persen, mereka akan mempertimbangkan,” terang Dahnil usai pertemuan.

Bila separuh jamaah haji Indonesia melaksanakan tanazul, itu akan mengurangi kepadatan jamaah haji di Kawasan Mina.

“(Luas) Mina (untuk jamaah haji Indonesia) itu hanya sekitar 12,6 hektare. Jadi sangat terbatas. Jadi skema tanazul itu mungkin akan kita maksimalkan,” lanjutnya.

Dengan luas area 12,6 hektare, bila dibagi rata, setiap jamaah haji indonesia hanya memiliki ruang kurang dari 0,6 meter persegi. Itu pun masih dikurangi toilet dan jalan menuju tenda.

Karena itu, Tanazul menjadi opsi yang menarik bagi kedua pihak. Sebagai Gambaran, pada musim haji 2026, ada sekitar 20 ribu jamaah haji Indonesia yang diprogramkan tanazul.

Baca Juga: Indonesia Kirim Ribuan Ekor Daging Dam Jamaah Haji ke Palestina, Dikirim Via Mesir

Mereka adalah jamaah haji yang tinggal di hotel-hotel terdekat dengan Jamarat, di Kawasan Syisyah dan Raudhah.

Jumlah itu belum termasuk ribuan jamaah haji Indonesia yang memilih untuk tanazul mandiri di luar program Kemenhaj.

Sebagian dari mereka yang tanazul tetap berupaya untuk mabit di Mina. Carannya adalah dengan menghabiskan separuh malam di area Jamarat.

Meskipun harus kucing-kucingan dengan askar karena memang tidak boleh berdiam diri di Jamarat, sejumlah jamaah haji Indonesia mengaku tetap berhasil melaksanakan mabit.

Baca Juga: Petugas Bandara Sita Air Zamzam Bawaan Jamaah Haji Indonesia, Koper Dibongkar

EDITOR: Bayu Putra