← Beranda
Jamaah Haji Indonesia Wafat Turun 34 Persen, Wamenhaj Dahnil: Efek Istithaah Kesehatan Ketat
Bayu PutraRabu, 3 Juni 2026 | 23.42 WIB
Maqbarah (pemakaman) Asy-Syara’i Makkah, tempat Muhammad Firdaus Akhlan, jamaah haji yang hilang di Makkah dimakamkan. hingga 16 Zulhijjah, angka kematian jamaah haji Indonesia menunjukkan penurunan signifikan. (Media Center Haji 2026)

JawaPos.com – Pengetatan standar istithaah (kemampuan) kesehatan jamaah haji Indonesia tahun ini mulai terasa efeknya.

Salah satunya adalah menurunnya angka kematian jamaah haji Indonesia selama rangkaian ibadah haji di tanah suci.

Berdasarkan data yang diterima JawaPos.com, hingga 16 Zulhijjah (2/6) lalu tercatat ada 182 jamaah haji yang wafat di tanah suci.

Jumlah itu turun signifikan dibandingkan periode yang sama di musim haji 2025 di mana tercatat 277 jamaah wafat, juga musim haji 2024 yang mencatatkan 266 jamaah haji wafat.

Baca Juga: Kemenhaj akan Bentuk Daerah Kerja Khusus Armuzna untuk Haji 2027, Perbaiki Kualitas Layanan

“Mudah-mudahan sisa musim haji ini tidak ada penambahan lagi, kita berdoa bareng-bareng supaya tidak ada penambahan jumlah kematian,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak di Makkah, Rabu (3/6).

Menurut dia, pada musim haji tahun ini memang cukup banyak perubahan yang radikal, salah satunya pengetatan istithaah kesehatan.

“Yang berangkat relatif sehat. Jumlah kematian juga turun drastis,” lanjut mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu.

Dengan dampak pengetatan yang signifikan tahun ini, Dahnil memastikan Istithaah kesehatan akan semakin ketat untuk musim haji 2027.

“Memang ini dilematis. Tapi mau tidak mau karena itu mandatory dari Kerajaan Arab Saudi yang menjadi host dari pelaksanaan haji ini, ya sudah, kita akan lebih ketat terkait dengan istitaah kesehatan,” jelasnya.

Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Dilarang Bawa Air Zamzam di Koper, Pasti Dapat 1 Galon di Tanah Air

Saat ini, mekanisme untuk pengetatan tersebut masih disusun, terutama agar petugas kesehatan di daerah lebih tegas dalam menerapkan standar istithaah kesehatan.

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan, sebelum musim haji tahun ini, cukup banyak calon jamaah haji yang gagal berangkat karena tidak lolos istithaah kesehatan.

“Di embarkasi, saya mendapatkan laporan, sudah masuk asrama haji, dipperiksa, ada 345 calon jamaah haji yang diputuskan tidak jadi berangkat,” ujarnya.

Dia mengapresiasi para dokter yang berani mengambil keputusan untuk tidak meloloskan jamaah, yang memang tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan haji.

Baca Juga: Menhaj Irfan Antar Jamaah Haji Indonesia Pulang ke Tanah Air, Minta Maskapai Jangan Ada Delay

EDITOR: Bayu Putra