JawaPos.com – Diperkirakan Sebagian besar jamaah haji sedunia, termasuk Indonesia, mengambil nafar awal dalam ibadah melontar jumrah pada musim haji kali ini.
Sejak Jumat (29/5) dini hari atau12 Zulhijjah waktu Arab Saudi, gelombang kedatangan jamaah haji ke Kota Makkah seolah tak terputus.
Jalanan kota Makkah di sekitar jamarat macet total. Kendaraan nyaris tak bisa bergerak karena padatnya jamaah.
Para jamaah haji melontar jumrah di jamarat pada 12 Zulhijjah dengan membawa serta seluruh barang bawaan dan perbekalan dari Mina. Sebagian lagi mengambil nafar tsani dan baru akan kembali ke Makkah besok (30/5).
Baca Juga: Mina dan Jamarat jadi Fase Terberat Haji, Jamaah Rawan Lupa Arah dan Terpisah
Nafar awal merupakan salah satu pilihan durasi mabit di Mina. Yakni mengakhiri mabit di Mina dan melontar jumrah pada 12 Zulhijjah lalu kembali ke Kota Makkah pada hari yang sama sebelum matahari terbenam.
Bila jamaah haji masih berada di Mina, termasuk area jamarat setelah matahari terbenam, mereka harus mengambil nafar tsani dan mabit semalam lagi di Mina. juga melontar jumrah satu putaran lagi.
Seusai melontar jumrah pada 13 Zulhijjah, para jamaah bisa kembali ke tenda lalu naik bus ke Makkah, bisa juga langsung berjalan kaki dari jamarat memasuki kota Makkah.
“Alhamdulillah, kami sudah mengambil nafar awal,” ujar Reni Kustanti, jamaah haji kloter SUB 112. Ia baru saja tiba di hotelnya di Makkah usai melontar jumrah.
Baca Juga: Mengenal 3 Jumrah yang Jadi Bagian Ibadah Haji dan Cara Melontarnya
Dia mengapresiasi pelayanan akomodasi selama di tenda-tenda Mina. “Lumayan nyaman. Makanan berlimpah. Alhamdulillah (Tidur) tidak berdesakan, AC-nya saja sampai bikin kami kedinginan,” lanjut jamaah haji asal Nganjuk itu.
Hal senada disampaikan Kasmilah Ngateman, jamaah asal Kabupaten Kediri. Ia bersyukur sudah melewati fase mabit di Mina. Meski untuk melontar jumrah, ia harus dibadalkan.
“Anak saya berpesan agar saya tidak memaksakan diri. Kerjakan yang wajib saja, lontar jumrahnya dibadalkan,” ujar nenek berusia 76 tahun itu dalam bahasa Jawa.
Kasmilah mengatakan, ia berangkat haji sendiri. Tidak ada keluarga yang mendampingi. Oleh anaknya, ia diriripkan ke tetangga dusunnya yang juga berangkat haji tahun ini.
Ia juga mengaku tidak ada keluhan soal pelayanan, apalagi makanan. Bahkan, karena makanan berlimpah selama puncak haji, ia kerap tidak mampu menghabiskan.
Baca Juga: Jadwal Lontar Jumrah bagi Jamaah Haji Indonesia dan Waktu-Waktu Terlarangnya
“Wis Syukur, mpun sepuh saget nekani timbalane Allah (sangat bersyukur, sudah tua bisa memenuhi panggilan Allah),” lanjutnya.
Wakasatgas Mina Zaenal Muttaqin menjelaskan, sejak pagi, jamaah haji Indoensia sudah banyak yang bergerak dari Mina menuju Makkah untuk mengambil nafar awal.
“Untuk jamaah yang meninggalkan Mina dari nafar awal ini, kurang lebih sekitar 68 persen atau 132.568 jamaah,” imbuhnya.
Itu setara dengan 424 kloter dari total 527 kloter jamaah haji Indoensia yang berangkat tahun ini.
Zaenal menambahkan, bagi jamaah yang mengambil nafar awal, pergerakan dari tenda di Mina diakhiri pukul 14.00. tujuannya agar jamaah bisa tiba di kota Makkah via jamarat maksimal pukul 17.00.
Baca Juga: Jamaah Haji Tuntaskan Rangkaian Wukuf-Mabit-Jumrah Aqabah, Wamenhaj Minta Petugas Bekerja Maksimal
“Kalaupun nanti telah melewati batas waktu terbenamnya matahari, meskipun misalnya dijadwalkan nafar awal, maka mereka harus melanjutkan untuk mabit di Mina, yaitu mengambil nafar tsani,” imbuhnya.