← Beranda
Mengenal 3 Jumrah yang Jadi Bagian Ibadah Haji dan Cara Melontarnya
Bayu PutraKamis, 28 Mei 2026 | 16.42 WIB
Jamaah haji melontar jumrah Aqabah atau Kubro, Kamis (28/5) pagi Waktu Arab Saudi. (Bayu Putra/JawaPos.com/MCH 2026)

JawaPos.com - Melontar jumrah merupakan salah satu ibadah wajib dalam rangkaian haji.

Prosesi lontar jumrah dilakukan berbarengan dengan mabit di Mina maupun tanazul yang dilakukan jamaah haji.

Waktunya dimulai dari hari nahar atau Idul Adha 10 Zulhijjah hingga 12 Zulhijjah bagi mereka yang mengambil Nafar awal.

Atau hingga 13 Zulhijjah bagi jamaah haji yang mengambil Nafar Tsani.

Baca Juga: Jadwal Lontar Jumrah bagi Jamaah Haji Indonesia dan Waktu-Waktu Terlarangnya

Allah berfirman dalam Alquran mengenai mabit di Mina, yang di dalamnya ada prosesi lontar jumrah ini:

وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِيْ يَوْمَيْنِ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۚ وَمَنْ تَاَخَّرَ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۙ لِمَنِ اتَّقٰىۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ

Artinya:

Berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Siapa yang mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, tidak ada dosa baginya. Siapa yang mengakhirkannya (sampai tiga hari) tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan. (QS Al Baqarah 203)

Lontar jumrah merupakan Napak tilas sekaligus meneladani langkah Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Baca Juga: Jamaah Haji Tuntaskan Rangkaian Wukuf-Mabit-Jumrah Aqabah, Wamenhaj Minta Petugas Bekerja Maksimal

Kala itu, iblis berusaha merayu Nabi Ibrahim yang hendak menyembelih Ismail, dan mengatakan jangan terlalu percaya dengan mimpi.

Alih-alih menuruti bujuk rayu iblis, Nabi Ibrahim justru melempari iblis dengan batu hingga lari ketakutan. 

Itulah yang menjadi dasar disyariatkannya ibadah melontar jumrah saat prosesi haji.

Jumrah menjadi manifestasi iblis, yang segala perkataannya harus diingkari bahkan dilawan, bahkan menggunakan lemparan batu.

Dalam ibadah haji, ada tiga jumrah yang harus dilontari batu oleh jamaah haji. Yakni Jumrah Ula, jumrah Wustha, dan yang terbesar jumrah aqabah atau Jumrah Kubro.

Baca Juga: Khutbah Wukuf di Arafah 2026: Haji Mabrur Lahirkan Akhlak dan kepedulian Sosial

Posisi jumrah Ula berada di sisi tenggara Jamarat. Sekitar 200 meter arah Barat Laut dari Jumrah Ula, berdiri jumrah Wustha.

Sementara, Jumrah Aqabah berada di ujung Barat Laut Jamarat, paling dekat dengan kota Makkah.

Prosesi lontar jumrah dimulai pada hari nahar atau Idul Adha 10 Zulhijjah. 

Pada hari itu, jamaah haji yang baru saja menyelesaikan mabit di Muzdalifah akan datang ke Jamarat untuk melontar jumrah Aqabah sebanyak tujuh lontaran batu.

Saat melontar, disunnahkan membaca doa beriikut: 

Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Bakal Jalani Wukuf di Suhu Tertinggi 45 Derajat Celsius, Waspada Dehidrasi

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِيْنِ وَرِضًا لِلرَّحْمٰنِ اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar. Laknat bagi setan dan keridhaan bagi Allah yang Maha Pengasih. Ya Allah, jadikanlah hajiku ini diterima dan usahaku dibalas pahala.

Atau minimal membaca:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ

Artinya:

Baca Juga: Mbah Marsiyah Akhirnya Melihat Ka’bah: Kisah Jamaah Tertua Indonesia Menunaikan Haji di Tanah Suci

Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar.

Lontaran jumrah aqabah ini sekaligus menandai tahalul awal bagi jamaah haji.

Usai Melontar jumrah Aqabah, jamaah haji menggunting rambut sehingga lepas dari sebagian besar larangan ihram kecuali berhubungan suami istri.

Kemudian, pada 11 Zulhijjah, jamaah haji melontar tiga jumrah secara berurutan . Dimulai dari Ula, Wustha, dan diakhiri dengan jumrah Aqabah. Masing-masing sebanyak tujuh lontaran batu.

Baca Juga: Wamenhaj Dahnil Pastikan Jamaah Haji Indonesia Dapat Tempat di Tenda Arafah dan Mina

Pada 12 Zulhijjah, jamaah haji kembali melontar tiga jumrah secara berurutan masing-masing tujuh lontaran.

Bagi jamaah haji yang mengambil Nafar awal, ia harus meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam.

Bila jamaah haji masih berada di Mina atau area Jamarat selepas matahari terbenam, maka ia wajib mengambil Nafar Tsani. 

Yakni meneruskan lontar jumrah dengan cara yang sama pada 13 Zulhijjah sebelum terbenam matahari.

Baca Juga: Di Balik Proses Pemakaman Muhammad Firdaus Akhlan, Jamaah Haji yang Sempat Hilang di Makkah

EDITOR: Bayu Putra