← Beranda
Jamaah Haji Tuntaskan Rangkaian Wukuf-Mabit-Jumrah Aqabah, Wamenhaj Minta Petugas Bekerja Maksimal
Bayu PutraKamis, 28 Mei 2026 | 03.22 WIB
Jamaah haji sedunia memadati jalanan di Mina, Arab Saudi, untuk melonntar jumrah Aqabah, Rabu (27/5) waktu Arab Saudi. (Media Centeer Haji 2026)

JawaPos.com – Usai sudah rangkaian paro pertama puncak ibadah haji. Usai menjalani wukuf pada Selasa (26/5) yang dilanjutkan mabit di Muzdalifah, sejak pagi tadi, Rabu (27/5) jamaah haji Indonesia mulai melontar jumrah aqabah.

Lontar jumrah aqabah yang diakhiri dengan tahalul awal menandakan para jamaah haji tidak lagi terikat dengan larangan ihram kecuali berhubungan suami istri.

Untuk menuntaskan larangan itu, jamaah haji masih harus melakukan tahalul tsani yang ditandai dengan selesainya pelaksanaan tawaf Ifadah.

Rangkaian haji dimulai dengan wukuf di Arafah. Saat wukuf, terlihat bahwa pengaturan penempatan jamaah di tenda minim komplain.

Baca Juga: Khutbah Wukuf di Arafah 2026: Haji Mabrur Lahirkan Akhlak dan kepedulian Sosial

Antrean di toilet masih terjadi di waktu-waktu tertentu, terutama menjelang waktu shalat, termasuk menjelang dimulainya wukuf.

Sebaliknya, beberapa jamaah mengapresiasi sejumlah layanan  yang dihadirkan di Arafah. Salah satunya makanan.

“Banyak sekali makanannya. Ini bawa (bekal) semuanya nggak kemakan karena yang diberi banyak sekali,” ujar Sunanik, jamaah haji Kloter SUB 37 asal Kabupaten Lamongan.

Menjelang matahari terbenam, para jamaah keluar tenda. Mereka berdiri menghadap kiblat, mencukupkan doanya sepanjang wukuf.

Usai Shalat maghrib, para jamaah digeser untuk mabit ke Muzdalifah. Mereka beristirahat di Muzdalifah, sebagian memanfaatkannya untuk tidur sejenak.

Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Bakal Jalani Wukuf di Suhu Tertinggi 45 Derajat Celsius, Waspada Dehidrasi

Tak semua jamaah haji melakukan mabit reguler. Ada puluhan ribu jamaah berkebutuhan khusus yang menjalani mabit murur. Yakni mabit di Muzdalifah tanpa turun dari bus.

Mereka adalah kalangan lansia, disabilitas, jamaah sakit, serta pendamping ketiganya.

Lewat tengah malam, jamaah mulai digeser ke Mina pada Rabu (27/5) dini hari. Pergeseran menggunakan bus berlangsung hingga sekitar pukul 06.30 WIB.

Usai menaruh barang di tenda masing-masing di Mina, jamaah haji Indonesia mulai bergerak ke Jamarat untuk melontar jumrah Aqabah.

Sekitar 1,6 juta jamaah haji tumpah ruah di jalanan Mina menuju Jamarat. Tujuannya satu, yakni melontar jumrah aqabah dan melakukan tahalul awal.

Baca Juga: Amirul Hajj Pastikan Penyembelihan Hewan Dam Jamaah Haji Indonesia Sah Secara Fiqih

Sepanjang perjalanan dari tenda Mina menuju Jamarat, lautan manusia seperti tak tertembus. Alhasil, Sebagian jamaah haji lupa arah menuju tendanya usai melontar jumrah.

Selain itu, beberapa jamaah lansia juga mengalami kelelahan, nyasar, hingga tertinggal dari rombongannya.

Salah satunya adalah Misno Pusan Ahmad, warga Sampang yang tergabung dalam kloter SUB 67.

Ia merupakan salah satu jamaah haji yang menjalani tanazul. Misno ditolong oleh beberapa jamaah haji sebelum bertemu JawaPos.com dan dua petugas Media Center Haji di terowongan Mina.

“Tadi Habis lontar jumrah, lalu tertinggal oleh rombongan,” ujarnya. Wajah Misno terlihat amat lelah. Ia tak kuat berjalan lama, sehingga sebentar-sebentar harus beristirahat.

Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Menangis saat Tiba di Arafah, Bersiap Jalani Wukuf 9 Zulhijjah

Setibanya di pintu masuk Jamarat lantai 3, Misno beristirahat di salah satu sudut Gedung jamarat dengan ditemani oleh tim perlindungan jamaah (Linjam).

Salah seorang personel linjam kemudian mengontak ketua rombongan Misno untuk menjemput jamaahnya.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak meminta petugas haji bersiaga penuh selama masa lontar jumrah, mulai hari nahar, Rabu (27/5) hingga akhir hari tasyrik pada Sabtu (30/5).

Dia mengingatkan, mabit di Mina memerlukan waktu lebih lama dibandingkan wukuf di Arafah maupun mabit di Muzdalifah. Ini adalah titik krusial pada layanan haji.

Ia meminta semua satgas yang ada di Mina harus memaksimalkan tugasnya. “menyebarlah di lapangan, datangi semua jamaah,” ucapnya.

Baca Juga: 232 Jamaah Haji Indonesia dapat Badal Haji, 90 di Antaranya karena Wafat

Ia juga meminta para petugas haji di Mina melayani apapun pengaduan mereka,” jelasnya.

Hal serupa berlaku bagi satgas yang tadinya bertugas di Arafah dan Muzdalifah. “Mohon kerahkan juga kekuatan untuk membantu satgas di Mina,” ucapnya.

Dia memastikan semua pejabat Kemenhaj akan hadir langsung di lapangan. “Kami akan memaksimalkan fungsi-fungsi kami untuk mendampingi jamaah,” imbuhnya.

EDITOR: Bayu Putra