← Beranda
Jamaah Haji Indonesia Bakal Jalani Wukuf di Suhu Tertinggi 45 Derajat Celsius, Waspada Dehidrasi
Bayu PutraSelasa, 26 Mei 2026 | 21.31 WIB
Jamaah haji memakai payung saat beraktivitas di luar tenda di Arafah, Selasa (26/5). suhu udara khas musim panas di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah haji Indonesia. (Bayu Putra/JawaPos.com/MCH 2026)

JawaPos.com – Jamaah haji Indonesia akan dihadapkan dengan cuaca khas musim panas Saudi saat menjalani wukuf hari ini, Selasa (26/5).

Suhu udara di Arafah bisa mencapai angka tertinggi 45 derajat celsius siang ini, berdasarkan data dari National Center for meteorology (NCM) Arab Saudi.

Sementara, suhu terendah hari ini diprediksi mencapai 32 derajat celsius dan umumnya terjadi pada malam hari.

Kelembapan di Arafah diprediksi sangat rendah, yakni 16 persen. Yang artinya cuaca hari ini akan sangat kering.

Baca Juga: Amirul Hajj Pastikan Penyembelihan Hewan Dam Jamaah Haji Indonesia Sah Secara Fiqih

Sebagai perbandingan, kelembapan pada Senin (25/5) lalu mencapai 27 persen. Sangat jauh dibandingkan rata-rata kelembapan di Indonesia yang rata-rata di atas 70 persen.

Saat ini, seluruh jamaah haji Indonesia sudah berada di Arafah dan bersiap menjalani wukuf. Mereka sudah tiba sejak sehari sebelumnya sebagai antisipasi atas kondisi lalu lintas yang macet.

Para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sebelumnya terus mengingatkan para jamaah haji untuk mencegah potensi dehidrasi.

Salah satunya dengan sering-sering minum air dalam porsi kecil, dua teguk per 5 atau 10 menit.

Tujuannya agar penyerapan air oleh tubuh lebih efektif, dan jamaah tidak mudah muncul keinginan buang air kecil.

Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Menangis saat Tiba di Arafah, Bersiap Jalani Wukuf 9 Zulhijjah

Selama wukuf, jamaah haji akan berada di dalam tenda yang dilengkapi pendingin ruangan. Selama di dalam tenda, jamaah mungkin tidak akan terlalu terdampak oleh cuaca.

Namun, saat keluar dari tenda misalnya untuk ke toilet, perbedaan suhu akan langsung terasa.

Perubahan suhu yang drastis ini juga perlu diwaspadai agar tidak berdampaak pada tubuh jamaah haji.

EDITOR: Bayu Putra