JawaPos.com – Air mata Samillah Laskar Abdullah langsung tumpah sesaat usai ia menjejakkan kaki di tanah Arafah.
Tanah yang tak hanya akan dipadati jutaan manusia, namun juga dijejali lautan doa kepada pemilik semesta pada hari Arafah.
Bersama ratusan jamaah haji asal kloter BDJ 18, Samillah bersiap untuk menjalankan rukun Islam kelima yakni haji.
“Saya sudah sampai di sini untuk menjalankan ibadah haji. Semoga saya menjadi haji yang mabrur beserta teman-teman dari kloter 18 tanah bumbu,” ucapnya sambil terisak.
Baca Juga: 232 Jamaah Haji Indonesia dapat Badal Haji, 90 di Antaranya karena Wafat
Tenda-tenda Arafah sudah siap menyambut para jamaah haji. Daftar nama terpampang di setiap pintu tenda. Cukup ketua kloter yang menandai, lalu ia mengarahkan jamaah untuk memasuki tenda.
Sesaat setelah masuk ke tenda, sejumlah jamaah mulai beristirahat di kasur masing-masing. Setiap jamaah mendapat kasur berukuran 50x175 cm dan bantal untuk alas beristirahat.
Kepala Satgas Arafah Abdul Basir sempat mengunjungi salah satu tenda jamaah haji Indonesia, yang ditempati kloter KJT 34.
“Ini selimutnya, sarung bantal sudah terpasang. Jangan khawatir, ini semuanya baru,” terangnya.
Ia juga menanyakan kesiapan perbekalan pribadi jamaah haji, sebagai antisipasi bila ternyata konsumsi terlambat dibagi.
Baca Juga: Jamaah Haji Mulai Dibawa ke Arafah, 11.570 Orang Pilih Jalani Tarwiyah
Humairah, salah seorang jamaah kloter KJT 34 mengatakan, fasilitas yang ia terima sudah cukup memadai untuk keperluan wukuf di Arafah.
“Di depan juga sudah ada fasilitas es krim, air zam-zam, toiletnya juga sudah banyak,” ujarnya.
Humairah mengaku sudah berupaya mempersiapkan fisiknya untuk puncak haji. Juga ada pendampingan dari dokter.
Secara khusus, ia mengapresiasi para petugas haji atas layanan yang diberikan sejak awal kedatangan di Tanah Suci hingga saat ini.
“Bagus dan totalitas. Dokter aja jam berapa aja kita konsul dilayani. Paling kalau telat balasnya, itu saking banyaknya yang berkonsultasi,” jelasnya.