JawaPos.com – Muhammad Firdaus Ahlan, jamaah haji lansia asal kloter JKG 27 yang sempat hilang sepekan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi.
Kepala Bidang Perlindungan jamaah PPIH Arab Saudi 2026 Muftiono menjelaskan, Firdaus ditemukan pada Jumat (22/5) dini hari sekitar pukul 02.00.
“Ditemukan tepatnya di Jabal Kudai, dekat dengan pemondokan kurang lebih 1,5 – 2 kilometer. Ditemukan oleh tentara (Askar) Saudi Arabia yang sedang melaksanakan patroli,” terangnya.
Dia menuturkan, kakek 72 tahun itu ditemukan sudah dalam kondisi meninggal. “Saat ditemukan, jenazah diperkirakan sudah meninggal antara 4-5 hari,” lanjutnya.
Baca Juga: Muhammad Firdaus Ahlan, Jamaah Haji Lansia yang Hilang Sepekan Ditemukan Wafat
Kondisi iklim di Arab Saudi yang cenderung panas membuat jenazah Firdaus masih tetap utuh meski sudah meninggal beberapa hari. Jenazahnya juga mudah dikenali.
Setelah itu, jenazah Firdaus diserahkan ke kepolisian Saudi, dalam hal ini bagian forensik untuk pemeriksaan lanjutan.
Standard prosedur di kepolisian Arab Saudi mengharuskan pengecekan ulang pada paspor, visa, gelang, dan kartu nusuknya.
“Setelah dicek, memang benar bahwa yang bersangkutan adalah jamaah haji Indoensia Bernama Muhammad Firdaus Ahlan,” jelasnya.
Setelah itu, pihak kepolisian Saudi berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal RI di Jeddah, dan memberi tahu bahwa di tempat mereka ada jenazah yang ciri-cirinya mirip dengan Firdaus.
Baca Juga: Calon Haji yang Hilang di Tanah Suci Muhammad Firdaus Ditemukan Wafat
Pihak PPIH Arab Saudi pun memberitahu Istri Firdaus, yakni Nafsiah. Setelah Bersama-sama mengecek, Nafsiah membenarkan bahwa jenazah itu adalah suaminya.
Jenazah itu mengenakan baju putih dan sarung, kemudian identitas di paspor, visa, serta nusuknya memang sesuai.
Jenazah pun bsia diambil dengan menyelesaikan proses administratif berupa surat resmi dari KJRI Jeddah.
“Bila surat menyurat sudah selesai, nanti jnazah akan dimakamkan di Makkah, tapi di seputaran makam umum,” ucap Muftiono.
Berdasarkan penemuan jenazah Firdaus, Muftiono Kembali menekankan pentingnya identitas jamaah haji seperti kartu usuk dan gelang haji.
Baca Juga: Batal Naik Haji, Purbaya Akui Visa Dua Anaknya Tak Bisa Terbit
“Seluruh jamaah agar tidak sekali-kali melepas gelang dan kartu nusuk. Karena di manapun kita dicek, kartu nusuk itu sudah lengkap by data,” jelasnya. Sementara, gelang sebatas sata salinan paspor.
Firdaus, tambah Muftiono, saat ditemukan dalam kondisi tidak membawa kartu nusuk. Beruntung, masih ada gelang haji sebagai penanda identitas.
Di situ ada data paspor, ibarat kata KTP-nya itu gelang,” imbuhnya. Namun, informasi yang lebih detail seperti lokasi hotel tempat tinggal jamaah itu ada di kartu nusuk.