← Beranda
Jelang Armuzna, Muhadjir Cek Langsung Kondisi Jamaah Haji Indonesia di Mekah
Dhimas GinanjarKamis, 21 Mei 2026 | 20.00 WIB
Muhadjir Effendy (tiga dari kanan) saat bertemu dengan jemaah haji di Mekah.

JawaPos.com - Amirul Haj Indonesia Muhadjir Effendy mendadak mendatangi pemukiman jamaah haji Indonesia di Mekah, Rabu (20/5/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi jamaah sekaligus memastikan kesiapan menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Penasehat Khusus Presiden untuk Urusan Haji itu menyambangi sejumlah jamaah yang menginap di kawasan Syisyah. Salah satu titik yang dikunjungi adalah Hotel Rehab Almahaba Sektor 3 yang ditempati jamaah asal Jawa Timur.

Kunjungan mendadak tersebut disambut antusias jamaah. Banyak yang memanfaatkan momen itu untuk berfoto bersama mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut.

Dalam pertemuan itu, Muhadjir menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik menjelang fase terpenting ibadah haji. Ia mengingatkan jamaah agar tidak menguras tenaga untuk aktivitas yang tidak mendesak.

“Jaga kesehatan. Jangan memaksakan diri ke Masjid Haram. Karena kondisinya saat ini sudah sangat padat. Shalat di hotel tidak masalah karena ini juga wilayah haram,” kata Muhadjir.

Imbauan itu muncul di tengah kondisi Mekah yang kian padat menjelang puncak haji. Selain kepadatan, suhu udara ekstrem juga mulai menjadi tantangan serius bagi jamaah.

Pada siang hari, suhu di Mekah dilaporkan bisa menembus 48 derajat celsius. Kondisi ini mulai berdampak pada kesehatan jamaah, termasuk keluhan batuk yang mulai banyak terdengar di area pemondokan.

Muhadjir juga mengingatkan jamaah agar menyiapkan makanan ringan saat menjalani wukuf di Arafah. Menurutnya, langkah antisipasi diperlukan jika terjadi kendala distribusi konsumsi.

“Kalau terjadi keterlambatan distribusi makanan pemerintah pun tidak bisa berbuat banyak karena itu otoritas syarikah,” katanya.

Selain soal teknis pelaksanaan haji, Muhadjir juga menyinggung rencana pembangunan kampung haji Indonesia. Penjelasan itu disampaikan saat menjawab pertanyaan salah satu ketua rombongan jamaah.

Menurut Muhadjir, proses pembebasan lahan untuk proyek tersebut masih berjalan. Saat ini, lebih dari 50 hektare lahan disebut telah berhasil dibebaskan.

Ia berharap proyek itu bisa mulai terwujud pada musim haji tahun depan. Kampung haji digagas untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah Indonesia yang jumlahnya terus bertambah setiap tahun.

Muhadjir juga berharap penyelenggaraan haji ke depan semakin baik dengan kehadiran Kementerian Haji. Menurutnya, penanganan yang lebih fokus akan berdampak pada kualitas pelayanan.

“Karena ditangani kementerian sendiri saya berharap lebih baik. Dulu kan ditangani Kemenag yang diurus itu banyak,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Sesuai rencana, jamaah haji Indonesia akan mulai bergerak menuju Arafah pada 24 atau 25 Mei. Sebagian besar akan langsung menuju Arafah, sementara sebagian lainnya memilih pola mabit di Mina lebih dulu sesuai sunah Nabi.

Puncak ibadah haji akan berlangsung pada 9 Dzulhijah melalui wukuf di Arafah. Setelah itu, jamaah bergerak ke Muzdalifah sebelum melanjutkan rangkaian ibadah lempar jumrah di Mina.

EDITOR: Dhimas Ginanjar