JawaPos.com – Damiri, jamaah haji Indonesia asal Kabupaten Tegal meninggalkan jejaknya di tanah suci. Bagian dari dirinya ia tempatkan selamanya di kota kelahiran Nabi.
Lansia berusia 66 tahun itu memang baru saja menjalani operasi amputasi jempol kaki kiri di Rumah sakit Arab Saudi.
Ia menduga penyebabnya adalah penyakit diabetes dan asam urat yang ia bawa dari tanah air, yang membuat kakinya cedera saat ia beribadah di tanah suci.
Sembari tertawa, ia menceritakan awal mula jempol kaki kirinya diamputasi. Semua berawal saat Damiri dan rombongan jamaah SOC 2 menjalani umrah wajib pada awal Mei lalu.
Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Bawa 100 Slop Rokok ke Tanah Suci, Disita Bea Cukai Arab Saudi
“Waktu itu berangkat jam 10 malam, pulang jam 02.00. Paginya baru terasa, nggak bisa tidur,” terangnya saat ditemui di kamarnya di Hotel Emaar al Taqwa Makkah, Minggu (17/5).
Jempol kaki kirinya bengkak dan mulai menghitam. Saat dicek, gula darah Damiri mencapai angka 500.
Akhirnya, ia dirujuk ke RS Arab Saudi di Makkah. Tiga hari ia menjalani perawatan. Lalu pada hari ketiga, dokter memutuskan untuk mengamputasi jempol kaki kirinya, agar infeksi tak semakin menjalar.
“Semua pengobatannya gratis,” lanjutnya bersemangat.
Damiri sama sekali tidak bersedih kehilangan angggota tubuhnya. Sebaliknya, ia justru merasa senang sudah diamputasi sehingga infeksinya tak menjalar.
“Kenang-kenangan di Makkah. Buat kenang-kenangan, Nanti kan (di akhirat jarinya) manggil, "Sini, Bapak, Sini, Bapak," candanya, disambut tawa rekan-rekan sekamarnya.
Ia mengaku belum bercerita soal amputasi itu kepada keluarganya di Indonesia. Sampai saat ini, baru sang istri yang tahu, karena mereka memang berangkat haji berdua.
“Nanti jadi cerita sendiri. Nanti anak-anak, Loh, Bapak jempolnya mana? Ketinggalan di Makkah,” ucapnya, lantas terkekeh.
Kini, untuk sementara, kaki kiri Damari masih harus dibebat perban. Lukanya tak boleh terkena air.
Beruntung, ia ditempatkan di kamar khusus lansia selama di Makkah. Di samping tempat tidurnya ada pegangan dari besi untuk membantu ia bila kesulitan bangkit dari tempat tidur.
Baca Juga: Jelang Puncak Haji: PPIH Matangkan skema Murur dan Tanazul untuk Jamaah Haji Tertentu
Pegangan yang sama ditempatkan juga di samping kloset untuk mencegah damiri terpeleset saat beraktivitas di kamar mandi.
“Jadi kaki kiri dibungkus kresek, terus diangkat di pegangan waktu mandi,” jelasnya sembari memeragakan cara dia mandi dan buang air.
Kursi roda juga sudah ada di dalam kamarnya, siap mengantar saat ia hendak kontrol kondisi kakinya.
Dengan berbagai fasilitas itu, ia menjadi lebih mandiri. Tidak terlalu memerlukan bantuan orang lain saat beraktivitas.
Damiri berpesan kepada para jamaah haji Indonesia yang punya Riwayat penyakit seperti dirinya untuk lebih berhati-hati.
Baca Juga: Imigrasi Soekarno-Hatta Layani 30 Ribu Jamaah Calon Haji lewat Makkah Route
“Kalau punya penyakit kayak gitu, kalau ada gejala langsung periksa. Jangan ditunda-tunda,” ucapnya.
Damiri mencontohkan dirinya sendiri, mengira kakinya bengkak biasa akibat berjalan jauh, ternyata belakangan diketahui kalau ada luka dan berujung amputasi.