JawaPos.com – Pasokan makanan segar dipastikan bakal berhenti saat masa puncak haji karena sulitnya distribusi. Karena itu, PPIH Arab Saudi menggantinya dengan makanan siap saji atau ready to eat (RTE).
Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jaenal Effendi menjelaskan, makanan RTE akan dibagikan untuk periode 7-13 Zulhijjah.
Artinya sejak dua hari sebelum wukuf hingga hari tasyrik berakhir, seluruh makanan untuk jamaah haji adalah RTE.
Hal itu disampaikan Jaenal usai menemui perwakilan dapur-dapur penyedia konsumsi jamaah di Makkah Jumat (15/5) malam Waktu Arab Saudi.
Baca Juga: Soal 2 Fatwa Dam Nusuk Haji, Musyrif Diny: Jamaah Haji Silakan Pilih yang Nyaman di Hati
Makanan RTE untuk dapur-dapur akan tersedia untuk tanggal 7, 8 pagi, dan 13 Zulhijjah sore, saat pra dan pasca armuzna.
“Adapun di tanggal 8 siang, 9, 10, 11, dan 12, serta 13 pagi, ini sudah disediakan oleh syarikah, Dhuyuful Bait dan Rakeen,” terangnya.
Secara keseluruhan, selama lima hari masa puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jamaah akan mendapatkan makan 15 kali atau tiga kali sehari
Saat ini seluruhnya sudah siap untuk didistribusikan. Distribusi dilakukan dari Perusahaan RTE ke dapur, kemudian dapur akan mengirimkannya ke hotel masing-masing jamaah.
Jaenal memastikan bahwa menu RTE tetap bercita rasa Inndonesia, agar jamaah tidak perlu beradaptasi soal rasa.
Baca Juga: Menuju Puncak Haji 2026: 3 Kloter Terakhir Jamaah Haji Indonesia di Madinah Berangkat ke Makkah
“Ada rendang, ada telurnya. Macem-macem lah ini. Karena tentu harapannya selama sekian hari itu menunya berbeda-beda. Yang jelas cita rasa Indonesia,” jelasnya.
Secara keseluruhan, makanan RTE mencakup 5 persen dari seluruh konsumsi jamaah haji Indonesia selama musim haji.
Makanan ini ada yang diproduksi oleh Perusahaan di Indonesia, dan beberapa bagian yang tidak mungkin diproduksi di Indonesia dibuat di Saudi.
“Ada 4 perusahaan di Indonesia, terus kemudian di Saudi ini ada 2 perusahaan di Arab Saudi,” lanjut Jaenal.
Pihaknya memfasilitasi kerja sama mereka dengan dapur-dapur konsumsi dan syarikah dengan skema business to business.
Baca Juga: 11 Hari Menuju Wukuf, Bus Shalawat Stop Operasi H-3, Jamaah Haji Diminta Simpan Tenaga