JawaPos.com – Jajaran Petugas penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Kembali mengecek persiapan fasilitas wukuf bagi jamaah haji Indonesia di Arafah.
Tenda-tenda jamaah haji Indonesia berada di sisi utara padang Arafah, dekat dengan akses menuju Muzdalifah.
Saat JawaPos.com Bersama tim Media Center Haji menengok tenda-tenda tersebut, Rabu (13/5) sore Waktu Arab Saudi (WAS), terlihat bahwa penyiapan fasilitas di Arafah sudah hampir tuntas.
Di sejumlah tenda sudah tersedia ratusan kasur kecil berukuran 50x170 cm untuk digunakan jamaah beristirahat maupun berzikir dan berdoa saat wukuf.
Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia yang Rekam Perempuan Saudi Bebas Bersyarat, Diproses Lagi bila Korban Menuntut
Di dalam tenda-tenda itu juga tersedia sejumlah AC berukuran besar untuk menyejukkan ruangan yang nantinya akan penuh dengan jamaah haji.
Begitu pula dengan fasilitas toilet maupun tempat wudhu yang disediakan di sejumlah titik di antara tenda-tenda jamaah haji.
Air di toilet maupun tempat wudhunya sudah mengalir dan cukup deras, sehingga bisa langsung dipakai. Tersedia pula toilet disabilitas dengan jalur khusus untuk kursi roda.
Ketua PPIH Arab Saudi sekaligus Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj Ian Heriyawan menjelaskan, tenda-tenda di Arafah sudah hampir siap untuk digunakan jamaah.
“Dapat dikatakan mungkin 90% lebih ya (kesiapannya). Tapi kita pastikan besok hari Sabtu (16/5). Karena kita harus memastikan bahwa setiap jamaah kapasitas tenda itu cukup untuk seluruh jamaah,” terangnya usai peninjauan, Rabu (13/5) sore.
Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Ditangkap Usai Rekam Perempuan Arab Saudi Tanpa Izin
Luas rata-rata tenda jamaah haji Indonesia di Arafah sekitar 300 meter persegi. Dengan luas tersebut, ada sekitar 238 bed yang dipasang untuk jamaah haji Indonesia.
“Nanti di tiap-tiap tenda itu ada keterangan kapasitas jamaah, dan juga nanti akan kita tempel daftar kloter dan sekaligus daftar jamaah,” jelasnya.
Kapasitas tenda bisa bervariasi tergantung ukurannya. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh jamaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah, dan dapat melaksanakan ibadah wukuf dengan tenang, khidmat,” lanjut Ian.
Dengn kapasitas tersebut, satu kloter bisa menempati sekitar 1,5 tenda. Artinya, ada tenda yang hanya diisi jamaah satu kloter, ada pula yang berisi dua kloter gabungan.
Sebab, satu kloter umumnya berisi 360-440 jamaah haji. Sehingga pasti ada Sebagian jamaah yang digabung, alias dua kloter menempati tiga tenda.
Baca Juga: 31 Anggota Musyrif Diny Mulai Datang ke Tanah Suci, Ini Tugas dan Daftar Anggotanya di Haji 2026
Ian memastikan pemisahan tenda kloter tidak akan terlalu jauh, bahkan diupayakan bersebelahan. Sehingga bila ada anggota keluarga yang harus terpisah tenda, tidak perlu jauh-jauh untuk bertemu.
Selain tenda, Ian juga mengecek ulang persiapan fasilitas transportasi di Arafah. Terutama untuk mendukung pergerakan jamaaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina.
Pihaknya sudah meminta kepada syarikah untuk memastikan bahwa kapasitas bus taraduddi untuk membawa jamaah haji dari Arafah ke Muzdalifah benar-benar sesuai ketentuan, yakni maksimal 47 jamah per bus.
Ian menuturkan, tenda-tenda jamaah haji Indonesia di Arafah tergabung dalam 61 markaz. Setiap markaz memiliki koordinator yang dibantu tim pengawas. Mulai pengawas transportasi, konsumsi, dan para pendukungnya.
Juga ada masyair yang mengkomunikasikan antara PPIH dengan syarikah, bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan.
Baca Juga: Hartati Musirun Mukmin Tetap Berangkat Haji Meski Rumah Tak Berbentuk Lagi, Yakin Allah Maha Kaya
Secara khusus, PPIH juga sudah melatih sekitar 20 orang untuk memitigasi kalau-kalau ada jamaah haji yang nekat pergi ke Jabal Rahmah saat wukuf.
Mereka akan berupaya mencegah jamaah haji Indonesia agar tidak pergi ke Jabal Rahmah.
Sebab, jarak antara batas terluar wilayah tenda jamaah haji Indonesia dengan Jabal Rahmah berkisar 2 kilometer.
Dikhawatirkan, jamaah Indonesia bisa hilang di antara jutaan jamaah lain dari berbagai negara bila nekat berbaur di Jabal Rahmah.
“Insya Allah jamaah haji kita pada tahun ini mudah-mudahan dapat melaksanakan prosesi wukuf dengan tenang, nyaman dan beribadah dengan khusyuk,” imbuhnya.
Baca Juga: 70% Jamaah Haji Aceh Korban Bencana, Penuhi Panggilan Haji Meski Kehilangan Harta Benda